Mengapa Kerja Malam Terasa Lebih Singkat?
- 14 Agt 2026 21:35 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Jumlah jam kerja pada siang dan malam hari sebenarnya tetap sama. Meski demikian, seseorang dapat merasakan durasi tersebut secara berbeda. Perbedaan ini bukan karena waktu berjalan lebih cepat pada malam hari, melainkan karena otak memiliki cara tersendiri dalam menilai perjalanan waktu.
Pengalaman terhadap durasi dipengaruhi oleh perhatian, tingkat kewaspadaan, kondisi emosional, aktivitas yang sedang dilakukan, serta ritme biologis tubuh. Ketika bekerja pada siang hari, suasana biasanya lebih ramai dan banyak aktivitas yang harus diperhatikan. Kondisi tersebut membuat seseorang lebih sering menyadari perubahan waktu. Pada malam hari, keadaan yang lebih sunyi dan minim aktivitas dapat membuat perhatian terhadap waktu berkurang sehingga durasi kerja terasa lebih cepat berlalu.
| Baca juga: Banyak Orang Merasa Tidak Didengar |
Temuan dalam Jurnal “Circadian Fluctuation of Time Perception in Healthy Human Subjects” yang diterbitkan dalam Neuroscience Research menunjukkan bahwa kemampuan manusia dalam memperkirakan durasi dapat berubah sesuai dengan waktu biologis dalam sehari. Penelitian terhadap individu sehat menemukan adanya pola perubahan persepsi waktu yang berkaitan dengan ritme sirkadian. Hasil tersebut menunjukkan bahwa mekanisme otak dalam memperkirakan durasi tidak selalu berada pada tingkat yang sama sepanjang hari. Perubahan kondisi biologis yang berlangsung dari siang hingga malam dapat ikut membentuk pengalaman seseorang ketika merasakan berlalunya waktu.
Penjelasan lain ditemukan dalam Jurnal “Factors Influencing Passage of Time Judgment in Individuals' Daily Lives: Evidence from the Experience Sampling and Diary Methods” yang diterbitkan dalam Current Psychology. Penelitian terhadap 105 partisipan menunjukkan bahwa perhatian terhadap waktu, kewaspadaan, perkiraan mengenai lamanya suatu kegiatan, dan kondisi emosional dapat memengaruhi penilaian seseorang terhadap perjalanan waktu. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa durasi yang sama belum tentu terasa sama ketika seseorang menjalani aktivitas dalam keadaan yang berbeda.
Hal tersebut diperkuat oleh Jurnal “Judgment of Duration and Passage of Time in Prospective and Retrospective Conditions and Their Predictors for Short and Long Durations”. Kajian ini menemukan bahwa fokus perhatian terhadap waktu dan rasa bosan merupakan beberapa faktor yang dapat mengubah pengalaman seseorang terhadap durasi. Ketika seseorang tidak terlalu memperhatikan waktu yang sedang berjalan, periode tertentu cenderung terasa lebih singkat. Sebaliknya, perhatian yang terus tertuju pada waktu dapat membuat durasi terasa lebih lama.
Jadi, kerja malam bukan berarti waktu benar-benar berjalan lebih cepat. Perasaan bahwa malam terasa lebih singkat muncul karena otak memproses durasi berdasarkan kondisi biologis, perhatian, aktivitas, dan keadaan emosional. Itulah sebabnya dua periode kerja dengan jumlah jam yang sama dapat memberikan pengalaman waktu yang berbeda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....