Mindful Eating untuk Kendalikan Makan karena Stres

  • 04 Sep 2026 14:21 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado – Tekanan pekerjaan tidak hanya berdampak pada kondisi mental, tetapi juga dapat memengaruhi pola makan seseorang. Deadline yang menumpuk, pekerjaan yang belum selesai, hingga kelelahan mental kerap membuat pekerja mencari makanan sebagai pelarian ketika mengalami stres. Saat stres, tubuh akan mengeluarkan hormon kortisol. Peningkatan hormon tersebut dapat memicu berbagai respons tubuh, salah satunya peningkatan nafsu makan dan rasa lapar, sebagaimana dikutip dari laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kondisi tersebut membuat sebagian pekerja makan bukan karena kebutuhan fisik, melainkan sebagai respons terhadap tekanan emosional. Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan ini dapat membentuk pola makan yang tidak sehat dan berpotensi memengaruhi produktivitas serta kondisi kesehatan pegawai. Selama ini, penyakit akibat pekerjaan kerap dikaitkan dengan paparan infeksi, radiasi, posisi duduk terlalu lama, maupun tekanan stres. Namun, pola makan yang tidak terkontrol juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan pekerja.

Pola makan berlebihan, terutama ketika disertai pilihan makanan yang kurang sehat, dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, seperti obesitas, gangguan pencernaan, hingga gangguan metabolik. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan untuk membantu mengendalikan kebiasaan makan akibat stres adalah mindful eating. Konsep ini menekankan kesadaran penuh ketika makan, mulai dari mengenali rasa lapar, kondisi emosional, hingga memperhatikan sensasi yang muncul saat mengonsumsi makanan.

Mindful eating merupakan bagian dari praktik mindfulness, yaitu kemampuan untuk memberikan perhatian secara penuh terhadap apa yang sedang dilakukan pada saat ini. Dalam penerapannya, mindful eating mendorong seseorang untuk makan secara perlahan tanpa distraksi, mengenali perbedaan antara lapar fisik dan lapar emosional, memperhatikan rasa, aroma, serta tekstur makanan, dan berhenti makan ketika tubuh telah merasa cukup.

Kebiasaan makan sambil bekerja, menggunakan ponsel, maupun menonton juga dapat membuat seseorang kurang menyadari jumlah makanan yang dikonsumsi. Kondisi tersebut berpotensi membuat sinyal kenyang dari tubuh terabaikan sehingga seseorang lebih mudah makan secara berlebihan. Mindful eating membantu memberikan jeda sebelum seseorang merespons keinginan makan yang muncul akibat stres atau kebosanan. Dengan demikian, individu memiliki kesempatan untuk mengenali penyebab keinginan makan dan memilih respons yang lebih sehat.

Penerapan mindful eating di lingkungan kerja dapat dimulai dari langkah sederhana. Pegawai dapat membiasakan diri makan tanpa menggunakan laptop atau ponsel, memperlambat tempo makan, serta meluangkan waktu sekitar 15 hingga 20 menit untuk menikmati makanan. Sebelum makan, pekerja juga dapat melakukan refleksi sederhana dengan bertanya kepada diri sendiri, “Apakah saya benar-benar lapar atau hanya sedang stres?”

Selain itu, memperhatikan warna, aroma, tekstur, dan rasa makanan dapat membantu meningkatkan kesadaran selama makan. Ketika menghadapi stres, pekerja juga dapat memberikan jeda sebelum mencari makanan, misalnya dengan berjalan singkat atau melakukan latihan pernapasan.

Penerapan kebiasaan tersebut tidak harus dilakukan secara langsung dalam skala besar. Target kecil dapat menjadi langkah awal, seperti makan tanpa distraksi selama 10 menit dalam satu waktu makan setiap hari, minum satu gelas air sebelum makan, atau mengurangi kebiasaan mengonsumsi camilan saat stres secara bertahap.

Pola makan yang tidak terkontrol akibat stres merupakan salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian dalam upaya menjaga kesehatan pekerja. Dengan meningkatkan kesadaran terhadap hubungan antara kondisi emosional dan kebiasaan makan, pekerja diharapkan dapat membangun pola makan yang lebih sehat.

Mindful eating pada akhirnya bukan hanya mengenai makanan yang dikonsumsi, tetapi juga tentang bagaimana dan mengapa seseorang makan. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan dan mendukung produktivitas di lingkungan kerja.

(Sumber:kemkes.go.id)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....