Renungan Katolik: Yesus Sahabat Sejati Kita

  • 31 Agt 2026 17:25 WIB
  •  Manado

RRI.Co.ID, Manado: Bacaan Injil hari ini, MInggu, 30 Agustus 2026 adalah Matius 16:21-27. Pada Matius 16:23 disebutkan "Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."

Mengutip renungan Sabda Kehidupan oleh Pastor Revi Tanod, Pr, yang berjudul "Yesus Sahabat Sejati Kita", Pastor Revi mengatakan bahwa kalau kita baca perikop Injil Matius 16:13-20 (bacaan Injil hari Minggu lalu), Yesus memuji Petrus karena pengakuan imannya akan Kristus sebagai Mesias, Putra Allah yang hidup. Yesus sangat terkesan dengan Simon, sehingga memberi dia nama Petrus, sang batu karang yang teguh!. Akan tetapi baru saja memuji Petrus, tidak lama kemudian Yesus menegur Petrus bahkan marah besar dan menyebut dia Iblis, karena Petrus menggoda Yesus untuk menghindari derita dan jalan salib yang harus dilalui Mesias. Bila Yesus mengikuti anjuran Petrus, maka Ia akan terjerumus dalam pola hidup yang hanya mencari kesenangan diri dan popularitas lantas menghindari salib dan derita.

Sesungguhnya, sikap Yesus terhadap Petrus adalah sikap seorang sahabat sejati. Di satu pihak Yesus mengakui dan memuji apa yang baik dalam diri Petrus. Di pihak lain Yesus menegur dan meluruskan bila ia salah dan menjadi batu sandungan. Yesus melihat ke dalam diri Petrus, apa yang baik dalam dirinya dan menarik kebaikan itu keluar agar ia sungguh menjadi “batu karang” yang kokoh seperti yang dikehendaki Tuhan.

Tapi Yesus juga tak segan-segan menegur Petrus ketika ia menyimpang dari jalan yang benar, karena mengikuti godaan Iblis untuk menghindari salib, lari dari tanggungjawab, tidak berani berkorban. Petrus tidak akan menjadi baru karang yang tahan terhadap ombak dan gelombang, tapi malah akan menjadi batu sandungan yang menjatuhkan banyak orang.

Demikian juga halnya sikap Yesus bagi kita. Ia mengingatkan kita bahwa sebagai anak Allah, jalan hidup kita seperti jalan hidup Yesus. Kita akan sungguh menjadi anak Allah kalau kita berani memikul salib, berani berkorban, tidak lari dari tanggungjawab, setia sampai mati. Sebaliknya godaan Iblis adalah agar kita jatuh karena hanya mencari kesenangan sesaat, terlena oleh pujian dan lupa diri. Kita menjadi sombong dan serakah, lalu akhirnya jatuh. Yesus dengan tegas dan keras menegur kita jangan sampai kita terpengaruh dan terjebak oleh tipu daya Iblis, terjerumus dan jatuh.

Belajar dari persahabatan Yesus dan Petrus, mari kita juga saling menjadi sahabat sejati satu sama lain. Lihatlah apa yang baik dalam diri sahabat, pasangan, orang yang dicintai. Angkatlah, hargailah dan teguhkanlah kebaikan itu. Setiap orang butuh penghargaan, pengakuan dan peneguhan. Tapi sebagai sahabat yang peduli, kita juga berani menegur dan menyampaikan apa yang kurang dan perlu ia perbaiki. Kita melakukannya bukan karena merasa diri benar, melainkan oleh niat yang tulus dan kasih yang sejati demi kebaikan sahabat yang kita cintai. Hal yang sama berlaku bagi orangtua terhadap anak-anaknya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....