Renungan Katolik: Menjadi Anak Kecil Allah

  • 11 Agt 2026 14:28 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado: Bacaan Injil hari ini, Selasa 11 Agustus 2026, berdasarkan Kalender Liturgi adalah Matius 18:1-5, 10, 12-14. Pada Matius 18:1-3 disebutkan "Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.”

Mengutip renungan Sabda Kehidupan dari Pastor Revi Tanod, Pr, dengan judul "Menjadi Anak Kecil Allah", Pastor Revi mengatakan bahwa banyak orang takut disebut “kecil” karena identik dengan lemah dan tak berarti. Orang ingin disebut sebagai orang besar, hebat, jago, tinggi, luar biasa. Ketakutan bila disebut kecil dan tak berarti muncul karena dunia tempat kita hidup lebih mengutamakan yang besar, hebat dan berkuasa. Di rumah kita dibanding-bandingkan dengan orang lain yang lebih pintar, membuat kita berkecil hati. Di sekolah kita dibanding-bandingkan dengan mereka yang dengar-dengaran dan berkelakuan baik, karena kita dianggap nakal dan susah diatur.

Jangan heran bahwa ada banyak orang yang merasa rendah diri karena dibilang payah, bodoh, tak punya prestasi. Hidup dalam situasi penuh tekanan seperti ini membuat seseorang melihat orang lain sebagai ancaman, saingan, bahkan musuh yang merongrong kebesarannya, kehebatannya, ketenarannya, bahkan kekuasaannya. Pengalaman merasa kalah menjadi hal yang sangat menyakitkan, kata Pastor Revi.

Yesus tidak ingin kita tergoda dengan pertanyaan ‘siapakah yang terbesar’ ini. Kata Yesus, “barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.” Yesus menghendaki kita menjadi seperti anak kecil di hadapan Bapa di surga. Allah tidak menuntut kita untuk menjadi yang paling besar dan paling hebat karena identitas diri kita sebagai anak Allah itulah jati diri kita yang sebenarnya. Kita bermegah hanya di dalam Allah yang memberi kita kekuatan.

Ingatlah Sabda Tuhan ini, “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.” (2 Kor 12:9) Selamat hari Selasa. Berbahagialah menjadi anak kesayangan Bapa di surga, ujar Pastor Revi menutup renungannya hari ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....