Cara "Setting" Otak agar Tidak Malas

  • 23 Jul 2026 15:52 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID,Manado - Rasa malas sering menjadi hambatan dalam menyelesaikan pekerjaan maupun mencapai target pribadi. Namun, para ahli psikologi menjelaskan bahwa rasa malas tidak selalu disebabkan oleh kurangnya kemauan. Dalam banyak kasus,faktor seperti kelelahan,stres,kebiasaan menunda, hingga kurangnya motivasi berperan besar.

Dari laman National Institutes of Health (NIH),salah satu cara untuk "mengatur ulang" pola kerja otak adalah dengan memulai aktivitas dari tugas yang paling mudah. Langkah kecil ini membantu otak merasakan keberhasilan lebih cepat, sehingga memicu pelepasan dopamin, yaitu zat kimia yang berkaitan dengan motivasi dan rasa puas.

Selain itu, menetapkan tujuan yang jelas dan realistis dinilai lebih efektif dibandingkan membuat target yang terlalu besar. Misalnya, daripada menargetkan belajar selama tiga jam, seseorang dapat memulai dengan belajar selama 15 hingga 20 menit. Setelah terbiasa, durasi tersebut dapat ditingkatkan secara bertahap.

Kualitas tidur juga menjadi faktor penting dalam menjaga kinerja otak. Orang dewasa umumnya dianjurkan tidur sekitar 7–9 jam setiap malam agar konsentrasi, daya ingat, dan kemampuan mengambil keputusan tetap optimal. Aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki selama 20–30 menit per hari juga terbukti membantu meningkatkan energi dan suasana hati.

Mengurangi gangguan saat bekerja, seperti notifikasi media sosial atau penggunaan ponsel yang berlebihan, juga dapat meningkatkan fokus. Banyak orang memilih menerapkan teknik bekerja selama 25 menit, kemudian beristirahat selama 5 menit untuk menjaga produktivitas.

Psikolog mengingatkan bahwa rasa malas yang berlangsung terus-menerus dan disertai kehilangan semangat, gangguan tidur, atau kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan mental. Dalam kondisi tersebut, berkonsultasi dengan tenaga profesional merupakan langkah yang tepat.

Pada akhirnya, membangun kebiasaan positif secara konsisten lebih efektif daripada mengandalkan motivasi sesaat. Perubahan kecil yang dilakukan setiap hari dapat membantu otak membentuk pola baru yang lebih produktif dan membuat seseorang lebih mudah mencapai tujuan jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....