Diam Dinilai Jadi Ciri Kedewasaan, Bukan Tanda Kelemahan

  • 09 Jul 2026 22:25 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID,Manado : Kemampuan mengelola emosi dengan tenang semakin dipandang sebagai salah satu tanda kedewasaan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Alih-alih bereaksi secara impulsif, banyak orang mulai memilih untuk diam sejenak sebagai cara memahami situasi sebelum memberikan respons yang tepat.

Dari laman American Psychological Association(APA),Pakar psikologi menjelaskan bahwa "diam" bukan berarti memendam perasaan atau menghindari masalah. Sebaliknya,diam yang dilakukan secara sadar merupakan bentuk pengendalian diri agar emosi tidak menguasai cara berpikir maupun bertindak. Dengan memberikan waktu bagi diri sendiri untuk menenangkan pikiran,seseorang dapat mengambil keputusan yang lebih rasional dan mengurangi risiko konflik yang tidak perlu.

Di lingkungan kerja, sikap tenang saat menghadapi kritik atau tekanan dinilai mampu menciptakan komunikasi yang lebih sehat. Individu yang mampu mengendalikan emosinya cenderung lebih mudah mencari solusi dibandingkan memperbesar persoalan melalui perdebatan yang dipicu amarah.

Hal serupa juga berlaku dalam kehidupan keluarga maupun pertemanan. Memilih untuk tidak langsung membalas perkataan yang menyakitkan sering kali menjadi langkah bijaksana. Setelah emosi mereda, pembicaraan dapat dilakukan dengan kepala dingin sehingga setiap pihak memiliki kesempatan untuk saling memahami.

Meski demikian,para ahli mengingatkan bahwa manajemen emosi yang sehat tidak berarti memendam semua perasaan. Emosi tetap perlu disampaikan dengan cara yang sopan,jujur,dan pada waktu yang tepat. Komunikasi yang terbuka menjadi kunci agar masalah tidak menumpuk dan berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Masyarakat diharapkan semakin menyadari bahwa kedewasaan bukan diukur dari seberapa keras seseorang membela diri,melainkan dari kemampuannya mengendalikan emosi,berpikir jernih,dan menyelesaikan persoalan dengan bijaksana. Dalam banyak situasi,diam sejenak bukanlah tanda kalah, melainkan strategi untuk menjaga hubungan, menghormati orang lain, dan menemukan solusi yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....