Renungan Katolik: Bercermin Dari Hidup Yohanes Pembaptis
- 24 Jun 2026 12:50 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado: Bacaan Injil hari ini, Rabu, 24 Juni 2026, Hari Kelahiran Yohanes Pembaptis adalah Lukas 1:57-66, 80. Pada ayat 66 dikatakan "Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia.".
Mengutip renungan Sabda Kehidupan yang ditulis oleh Pastor Revi Tanod, Pr, dengan judul "Bercermin Dari Hidup Yohanes Pembaptis", Pastor Revi mengatakan bahwa setiap tanggal 24 Juni, Gereja mengajak kita mengambil waktu untuk merayakan Kelahiran Yohanes Pembaptis, karena kelahirannya secara khusus dan istimewa dicatat dalam Injil sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kedatangn Yesus. Kelahiran Yohanes mendahului Yesus adalah bagian dari pemenuhan nubuatan janji Allah untuk mempersiapkan datangnya Penebus bagi umat manusia. Kelahiran Yohanes dan Yesus dicatat dalam Injil sebagai peristiwa yang luar biasa. Orangtua Yohanes, Zakaria dan Elisabet sudah tua dan tak mungkin punya anak, namun oleh kuasa Allah, Elisabet dapat mengandung dan melahirkan Yohanes Pembaptis.
Sementara Maria mengandung Yesus oleh Roh Kudus. Kelahiran mereka adalah campur tangan langsung Allah yang kita ketahui melalui malaikat Gabriel utusan Allah.
Kita lalu membayangkan, kalau Allah merancang hidup Yohanes dan Yesus sedemikian hebatnya dari awal, bukankah harusnya berakhir juga dengan ending yang luar biasa?
Misalnya seperti nabi Elia. Sesudah akhir karyanya sebagai nabi, Elia diangkat ke surga dengan kereta dan kuda berapi (baca 2 Raja 2:1-11).
Pertanyaanya mengapa hidup Yohanes dan Yesus berakhir begitu tragis? Yohanes mati dipenggal kepalanya oleh Raja Herodes, dan Yesus mati disalibkan oleh bangsanya sendiri. Kematian seperti ini kelihatannya seperti sebuah akhir yang gagal atau sia-sia. Apa kiranya pesannya bagi kita?
Hidup dan karya Yohanes Pembaptis, sebagaimana juga Yesus, kiranya menjadi cerminan perjalanan hidup kita di dunia ini. Kita dilahirkan bukan pertama-tama untuk mengejar cita-cita dan kemauan orangtua serta kita sendiri secara pribadi.
Kita terlahir untuk misi Allah, agar kita hidup sesuai rancangan Tuhan yakni hidup sepenuhnya bagi kemuliaan Tuhan. Yaitu dengan mencintai Tuhan dengan sepenuh hati, segenap jiwa dan tenaga, serta mencintai sesama seperti Kristus telah mencintai kita.
Rancangan Allah bagi kita tidak tergantung singkat atau panjangnya hidup kita di dunia ini. Oleh karena itu, mari kita hidup dengan gagah berani, seperti Yohanes dan Yesus, memperjuangkan apa yang menjadi kehendak Allah sekalipun berat dan sampai terluka, dengan memberikan yang terbaik, tak peduli singkat atau panjangnya hidup di dunia ini. Yang paling utama adalah kita telah menjalankan maksud dan misi Allah pencipta kita untuk percaya pada Yesus PutraNya, menjadi seperti Yesus serentak juga menjadi saksi Kristus, seperti halnya Yohanes Pembaptis.
”St Yohanes Pembaptis, doakanlah kami dari surga agar setia menjalankan misi hidup kami di dunia ini sampai akhir hidup kami. Amin.”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....