Pola Pertemanan Berubah saat Memasuki Usia Dewasa

  • 21 Jun 2026 13:15 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Bagi banyak orang, masa sekolah dan kuliah merupakan periode yang penuh dengan kesempatan untuk bertemu dan menjalin persahabatan baru. Namun, setelah memasuki usia dewasa, menemukan sahabat yang benar-benar dekat sering kali terasa tidak semudah dulu.

Fenomena ini bukan disebabkan oleh menurunnya kemampuan seseorang dalam bergaul. Seiring bertambahnya usia, berbagai tanggung jawab mulai mengambil porsi yang lebih besar dalam kehidupan, mulai dari pekerjaan, keluarga, pasangan, hingga urusan pribadi lainnya. Akibatnya, waktu untuk membangun hubungan baru menjadi semakin terbatas. Selain itu, orang dewasa umumnya lebih berhati-hati dan selektif dalam menentukan siapa yang akan menjadi bagian dari lingkaran pertemanannya.

Dalam jurnal Friendship Networks and Psychological Well-Being from Late Adolescence to Young Adulthood yang diterbitkan oleh BMC Psychology, dijelaskan bahwa jaringan pertemanan mengalami perubahan seiring bertambahnya usia. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa persahabatan tetap memiliki peran penting dalam menjaga kesejahteraan psikologis. Namun, meningkatnya tuntutan kehidupan membuat banyak orang lebih memilih merawat hubungan yang sudah terjalin daripada mencari teman baru.

Penelitian lain yang dipublikasikan dalam jurnal Developmental Changes in Best Friendship Quality During Emerging Adulthood menemukan bahwa kualitas dan pola hubungan persahabatan berubah selama masa dewasa awal. Studi yang mengikuti responden berusia 19 hingga 30 tahun menunjukkan bahwa intensitas interaksi dengan sahabat cenderung menurun karena perhatian lebih banyak tertuju pada pekerjaan, hubungan romantis, dan berbagai target kehidupan lainnya. Meski demikian, sahabat tetap menjadi sumber dukungan emosional yang berharga.

Sementara itu, jurnal Social Network Dynamics in the Context of Age: An Empirical Investigation mengungkapkan bahwa jaringan sosial seseorang cenderung menyusut tetapi menjadi lebih stabil seiring bertambahnya usia. Penelitian tersebut menjelaskan bahwa orang dewasa lebih memilih menginvestasikan waktu dan energinya pada hubungan yang dianggap penting dan memiliki nilai jangka panjang. Kondisi inilah yang membuat terbentuknya sahabat baru menjadi lebih jarang dibandingkan pada masa muda.

Jarangnya memiliki sahabat baru saat dewasa merupakan hal yang wajar dan dialami banyak orang. Perubahan ini lebih dipengaruhi oleh pergeseran prioritas hidup, keterbatasan waktu, serta pilihan untuk mempertahankan hubungan yang sudah bermakna. Meskipun demikian, kesempatan untuk menjalin persahabatan baru tetap terbuka selama ada kecocokan, kepercayaan, dan pengalaman yang dibangun bersama.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....