Mengapa Ikan Laut Tidak Terasa Asin?

  • 14 Mei 2026 13:27 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Air laut mengandung sekitar 35 gram garam dalam setiap liter, tetapi ikan yang hidup di dalamnya tidak ikut terasa asin. Hal ini terjadi karena ikan memiliki kemampuan biologis bernama osmoregulasi, yaitu sistem yang menjaga keseimbangan kadar garam dan cairan tubuh agar tetap stabil meskipun hidup di lingkungan yang sangat asin.

Bagi ikan laut, lingkungan sekitarnya justru dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan akibat proses osmosis. Untuk mengatasinya, ikan laut minum air laut dalam jumlah besar, lalu membuang kelebihan garam melalui insang. Proses tersebut dibantu oleh sel khusus bernama sel klorida yang bekerja mengeluarkan ion natrium dan klorida dari tubuh ikan.

Menurut jurnal Frontiers in Marine Science, penelitian mengenai adaptasi ikan teleost atau ikan bertulang sejati terhadap kadar garam menunjukkan bahwa proses osmoregulasi melibatkan kerja usus, ginjal, dan insang secara bersamaan. Studi ini juga menemukan adanya gen-gen penting yang berperan dalam pengangkutan ion dan respons stres sehingga ikan mampu bertahan di lingkungan dengan tingkat salinitas berbeda.

Sementara itu, penelitian yang dipublikasikan di Science of The Total Environment pada ikan medaka Jawa (Oryzias javanicus) menemukan bahwa partikel mikroplastik lebih cepat keluar dari usus ikan di air laut dibandingkan di air tawar. Hal ini terjadi karena ikan laut lebih banyak minum untuk mengganti cairan tubuh yang hilang akibat osmosis, sehingga pergerakan cairan di saluran pencernaan menjadi lebih cepat.

Lalu mengapa udang, kerang, atau cumi-cumi terasa lebih asin? Hewan-hewan tersebut termasuk kelompok invertebrata yang tidak memiliki sistem osmoregulasi seefektif ikan bertulang. Akibatnya, kadar garam dalam tubuh mereka lebih mengikuti kondisi air laut di sekitarnya.

Jadi, lain kali anda makan ikan laut, ingatlah bahwa di balik dagingnya yang tawar, tersembunyi sistem biologis yang luar biasa. Ikan laut mampu bertahan di lingkungan yang penuh garam dengan menjaga keseimbangan cairan dan kadar garam di dalam tubuhnya tetap normal. Kemampuan adaptasi ini menjadi salah satu bukti menakjubkan dari proses evolusi yang membuat ikan mampu hidup sebagai penghuni sejati lautan asin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....