Dasi ternyata Berasal dari Medan Perang
- 21 Apr 2026 09:33 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Pasukan Kroasia pada masa Perang Tiga Puluh Tahun tercatat sebagai kelompok pertama yang memakai kain pengikat leher.
Pada awalnya, benda ini bukan bagian dari mode, melainkan digunakan untuk merapikan kerah kemeja saat bertugas di medan perang. Dari kebutuhan praktis tersebut, lahirlah aksesori yang kemudian memberi pengaruh besar pada dunia busana Eropa.
Pada tahun 1635, sekitar 6.000 tentara Kroasia datang ke Paris untuk membantu Raja Louis XIII. Kehadiran mereka menarik perhatian masyarakat karena kebiasaan mengenakan selendang dari berbagai jenis kain yang diikat di leher.
Para perwira Prancis terpikat dengan gaya tersebut, sehingga tren baru itu cepat menyebar ke berbagai wilayah Eropa. Kain katun biasa dipakai oleh prajurit berpangkat rendah, sedangkan sutra digunakan oleh kalangan perwira sebagai penanda status.
Menurut jurnal yang diterbitkan oleh Hrvatski institut za povijest pada 2008, sejarah dasi berkaitan erat dengan pengalaman pasukan kavaleri ringan Kroasia dalam Perang Tiga Puluh Tahun.
Penelitian itu menjelaskan bahwa dasi yang kini dikenal sebagai simbol busana pria modern ternyata berakar dari tradisi rakyat Kroasia. Kajian tersebut ditulis oleh Vladimir Huzjan.
Sementara itu, jurnal lain dari Instytut Slawistyki Polskiej Akademii Nauk tahun 2005 menyebut bahwa kedatangan tentara Kroasia ke Paris pada 1635 menjadi titik penting penyebaran tren ini.
Selendang tradisional yang mereka kenakan membuat kalangan Prancis terkesan dan segera menirunya. Dalam banyak bahasa Eropa, kata Croat kemudian menjadi asal-usul istilah cravat, yang kelak berkembang menjadi dasi.
Keberhasilan pasukan Kroasia di medan perang membuat mereka mendapat kesempatan bertemu Raja Louis XIV. Selain reputasi militer mereka, aksesori leher yang dikenakan pasukan itu juga menarik perhatian sang raja.
Louis XIV lalu ikut mempopulerkan hiasan leher tersebut sebagai tren busana di Eropa. Seiring perkembangan zaman, cravat yang berasal dari kata Croat berubah menjadi dasi modern yang dikenal di seluruh dunia. Bahkan, pemerintah Kroasia menetapkan setiap 18 Oktober sebagai Hari Dasi Sedunia sejak tahun 2008.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....