De Javu: Fenomena Aneh yang Terasa Pernah Terjadi
- 18 Feb 2026 22:32 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Pernahkah Anda merasa berada di suatu tempat atau mengalami suatu peristiwa yang terasa sangat familiar, padahal sebenarnya itu adalah pengalaman pertama? Sensasi inilah yang dikenal sebagai deja vu. Istilah deja vu berasal dari bahasa Prancis yang berarti “sudah pernah melihat”. Fenomena ini sering kali muncul secara tiba-tiba dan berlangsung singkat, hanya beberapa detik, namun cukup kuat hingga membuat seseorang merasa heran atau bahkan merinding.
Dikutip dari laman www.frontiersin.org Secara ilmiah, deja vu dipahami sebagai gangguan singkat dalam proses memori di otak. Para peneliti meyakini bahwa sensasi ini terjadi ketika ada ketidaksinkronan antara sistem memori jangka pendek dan memori jangka panjang. Otak seolah-olah “salah mengartikan” pengalaman baru sebagai sesuatu yang pernah disimpan sebelumnya. Penelitian yang dipublikasikan oleh jurnal Frontiers in Psychology menjelaskan bahwa deja vu berkaitan dengan mekanisme pengenalan memori (memory recognition) dan dapat terjadi pada individu sehat tanpa gangguan neurologis tertentu.
| Baca juga: Masuk Dapur, Lupa Mau Ambil Apa? |
Dilansir dari laman my.clevelandclinic.org Fenomena deja vu juga kerap dikaitkan dengan aktivitas di bagian otak yang disebut lobus temporal. Studi neurologi menunjukkan bahwa orang dengan epilepsi lobus temporal lebih sering mengalami deja vu sebelum kejang terjadi. Namun demikian, pada kebanyakan orang, deja vu bukanlah tanda penyakit serius, melainkan pengalaman normal yang bisa dialami siapa saja, terutama pada usia 15–25 tahun. Informasi ini juga dijelaskan oleh Cleveland Clinic yang menyebutkan bahwa sekitar dua pertiga orang pernah mengalami deja vu setidaknya sekali dalam hidupnya.
Selain pendekatan ilmiah, ada pula pandangan psikologis yang menyebut deja vu sebagai hasil dari kemiripan situasi saat ini dengan pengalaman masa lalu yang terlupakan. Misalnya, tata letak ruangan, aroma, atau suasana tertentu yang mirip dengan memori lama dapat memicu perasaan familiar yang sulit dijelaskan secara sadar. Penjelasan ini sejalan dengan teori pemrosesan ganda (dual processing theory) yang menyatakan bahwa otak memproses informasi melalui dua jalur berbeda yang kadang tidak sepenuhnya sinkron .
Meskipun terdengar misterius, deja vu bukanlah fenomena supranatural, melainkan bagian dari cara kerja kompleks otak manusia. Sensasi ini menunjukkan betapa canggih dan rumitnya sistem memori kita. Jika deja vu terjadi sesekali dan tanpa gejala lain, hal tersebut masih tergolong normal. Namun, jika terjadi terlalu sering disertai gangguan lain seperti kehilangan kesadaran, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis.
| Baca juga: Antrean Lima Menit, Rasanya Setengah Jam |
Pada akhirnya, deja vu menjadi pengingat bahwa pikiran manusia masih menyimpan banyak misteri yang terus diteliti hingga kini. Fenomena sederhana yang hanya berlangsung beberapa detik ini ternyata membuka jendela pemahaman tentang bagaimana otak mengenali, menyimpan, dan memproses pengalaman hidup kita.
(Stanly Kalumata)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....