RHK Kamis, 9 April 2026: Pergi dan Beritakan Injil (Matius 28:7)
- 10 Apr 2026 16:34 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado - Kabar kebangkitan Yesus Kristus menghadirkan perasaan yang campur aduk bagi Maria Magdalena dan Maria yang lain: sukacita, haru, sekaligus kegelisahan.
Di tengah peristiwa gempa bumi hebat dan turunnya malaikat Tuhan di kubur Yesus, kedua perempuan itu tidak larut dalam ketakutan seperti para prajurit Romawi yang berjaga. Para penjaga kubur gemetar hebat hingga tampak seperti orang mati karena dahsyatnya gempa dan kehadiran malaikat dari surga.
Sebaliknya, Maria Magdalena dan Maria yang lain justru dipenuhi sukacita ketika mendengar kabar dari malaikat bahwa Yesus yang mereka kasihi telah bangkit dari kematian.
Guru yang mereka hormati, Sang Teladan Agung yang telah mati dan dikuburkan, kini hidup kembali. Harapan yang sempat seolah tertutup oleh kematian, kini terbuka dalam terang kebangkitan.
Namun di balik sukacita itu, masih tersimpan kesedihan dan kegelisahan. Mereka memang telah mendengar berita kebangkitan, tetapi belum melihat Yesus secara langsung. Kubur yang sebelumnya mereka ketahui kini terbuka, namun tubuh Yesus tidak lagi ada di sana. Perasaan mereka pun bercampur: bersyukur, bahagia, tetapi juga masih diliputi rasa kehilangan.
Melihat keadaan itu, malaikat Tuhan kemudian memberi tugas penting kepada mereka.
“Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia.” (Matius 28:7)
Perintah ini menjadikan Maria Magdalena dan Maria yang lain sebagai saksi pertama kebangkitan Kristus sekaligus pembawa kabar Injil pertama setelah kebangkitan.
Mereka bukan hanya melihat kubur kosong, tetapi juga menerima amanat langsung untuk memberitakan kabar keselamatan kepada para murid. Dengan demikian, para perempuan ini menjadi misionaris pertama yang dipakai Tuhan untuk menyampaikan berita kemenangan Kristus atas maut.
Pesan yang mereka bawa bukan sekadar informasi, melainkan kabar keselamatan: Yesus hidup, bangkit, dan akan menemui murid-murid-Nya di Galilea.
Renungan hari ini memberi pesan penting bahwa Tuhan sering memakai mereka yang dianggap lemah oleh dunia untuk pekerjaan besar dalam kerajaan-Nya.
Pada zaman itu, perempuan sering dipandang rendah dan tidak memiliki posisi penting dalam kesaksian publik. Namun justru merekalah yang pertama kali dipilih Tuhan untuk membawa berita Injil.
Hal ini menjadi pengingat bagi setiap orang percaya bahwa tidak ada alasan untuk menolak panggilan memberitakan Injil. Kelemahan, keterbatasan, atau rasa tidak mampu bukanlah penghalang bagi Tuhan untuk memakai seseorang menjadi alat-Nya.
Karena itu, kabar Kristus yang bangkit harus terus diberitakan, dimulai dari lingkungan terdekat: keluarga, sahabat, rekan kerja, hingga masyarakat luas.
Pergilah, sampaikan kasih Kristus melalui perkataan, sikap hidup, dan kesaksian iman. Sebab Tuhan Yesus yang bangkit akan selalu menyertai dan memberkati setiap langkah pelayanan.
Doa
Tuhan Yesus, pakailah kami menjadi saksi-Mu untuk memberitakan Injil kebangkitan kepada keluarga, sahabat, dan semua orang di sekitar kami. Mampukan kami tetap setia dalam panggilan-Mu. Amin.
(Jeff Assa)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....