Renungan Katolik: Sebuah Kebetulan yang Luar Biasa
- 28 Mar 2026 09:16 WIB
- Manado
RRI.CO.ID, Manado: "Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia (Kayafas) bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu, dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai", demikian bunyi ayat Yohanes 11:51-52, sesuai dengan Bacaan Injil hari ini, Yohanes 11:45-56.
Seperti dikutip dari renungan yang ditulis Pastor Revi Tanod, Pr, dengan judul "Sebuah Kebetulan Yang Luar Biasa". dikatakan menjelang hari raya Paskah Yahudi, eskalasi kebencian terhadap Yesus semakin memuncak. Di bawah pimpinan Imam besar Kayafas, para pembenci Yesus membuat kesepakatan jahat untuk menangkap dan membunuhNya.
Kejahatan dan dosa selalu menghendaki kematian. Akan tetapi siapa menyangka, justru kematian yang direncanakan untuk Yesus kelak menjadi momentum penyelamatan seluruh umat manusia dari jahatnya dosa? Ini sungguh suatu kebetulan yang luar biasa! Kematian yang paling ngeri melalui penyaliban, telah menjadi jalan penebusan manusia dari dosa sekali untuk selamanya! Maka terjadilah bahwa kesepakatan untuk membunuh Yesus, yang dipimpin oleh Imam Besar Kayafas, telah menjadi pemenuhan nubuatan keselamatan Allah bagi segala bangsa.
Kelak Paskah Yahudi menjadi Paskah dunia, Paskah seluruh umat manusia. Misteri Paskah ini dimulai saat Yesus memasuki kota Yerusalem, kota Allah. Dia akan disambut dengan daun palma sebagai Raja Daud yang baru. Hari minggu besok kita akan merayakannya dalam perayaan hari Minggu Palma. Sebuah kebetulan yang lain ialah bahwa Hari Raya Paskah adalah juga hari raya Roti Tak Beragi bagi orang Israel. Menjelang Paskah, pada hari Kamis, mereka makan roti tak beragi dalam sebuah perjamuan keluarga. Ini adalah peringatan keluarnya bangsa Israel dari perbudakan Mesir. Lalu pada hari Jumat, mereka akan menyembelih domba Paskah untuk dimakan bersama.
Lihatlah betapa hari-hari ini akan menjadi puncak dari misteri Paskah Kristus. Hari Kamis malam Yesus mengadakan perjamuan Paskah bersama murid-muridNya dengan menyantap roti tak beragi dan minum anggur. Saat itulah Yesus menjadikan perjamuan ini menjadi perjamuan malam terakhir yang menjadi awal Perayaan Ekaristi.
Domba Paskah yang akan disembelih esoknya, pada hari Jumat, secara sakramental menyatu dengan pemberian diri Kristus, Tubuh dan DarahNya dalam perjamuan itu.
Yesus sendiri menjadi Domba Paskah yang disembelih untuk santapan jiwa kita dan penebusan kita dari dosa dan kematian. Hari Jumat itu kemudian menjadi Jumat Agung penyaliban Yesus, dan hari Minggunya menjadi Hari Paskah Kristus melalui kebangkitanNya yang jaya atas dosa dan kematian.
| Baca juga: Renungan Katolik: Refleksi Diri |
Betapa bersyukurnya kita yang percaya pada Yesus, semua malapetaka, derita, sengsara dan kematianNya telah menjadi hari-hari penyelamatan kita. Maka dalam iman, kita percaya bahwa tak ada satu kejadianpun dalam hidup kita baik untung maupun malang, yang luput dari penyelenggaraan Allah yang Maharahim. Mari kita syukuri hari-hari penuh rahmat ini selama pekan suci ini. Apapun yang terjadi dalam hidup kita selalu ada makna di balik itu. Yakni sebagai bagian dari pemenuhan nubuatan Tuhan, bukan sekedar sebuah kebetulan belaka. Kita ada dalam tangan Tuhan. Mari kita terus berserah dan bersandar pada kasih setia Tuhan, sambil kita tak henti berbuat baik. Menjauhkan diri dari dosa dan menyatukan diri dengan misteri Paskah Kristus, kata Pastor Revi menutup renungannya hari ini.
Selamat berakhir pekan. Siap sedia memasuki Pekan Suci dalam naungan berkat Tuhan (Ps Revi Tanod Pr)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....