Ini Cara Mendisiplinkan Anak tanpa Kekerasan

  • 23 Feb 2026 08:43 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Apa pun jenis pola asuh yang kamu lakukan, mendisiplin anak adalah hal yang perlu diperhatikan, karena ini akan membantunya memiliki kepribadian yang baik hingga dewasa. Namun, mendidik anak untuk disiplin tak perlu dengan memukulnya dengan harapan agar anak jadi penurut. Cara kuno ini harus dihentikan karena pengasuhan dengan kekerasan hanya akan menambah masalah mental pada anak.

Faktanya, dengan mendidik anak untuk disiplin, maka ini akan membantu anak-anak menunda kesenangan, menahan godaan yang tidak sehat, dan menoleransi ketidaknyamanan yang diperlukan untuk mencapai tujuan jangka panjang mereka. Dari memilih untuk mematikan video game hingga mengerjakan pekerjaan rumah, hingga menolak makan makanan tidak sehat meski orangtua tidak melihatnya, disiplin diri adalah kunci untuk membantu anak-anak menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab.

Melansir dari laman paud.umsida.ac.id, menjelaskan sangat penting bagi orangtua untuk memberi anak-anak keterampilan yang mereka butuhkan untuk mengembangkan disiplin diri serta kesempatan untuk berlatih membuat pilihan yang baik. Berikut ini ada beberapa cara untuk mendisiplinkan anak yang paling disarankan:

1. Bermain Sebagai Sarana Belajar

Anak-anak belajar banyak melalui bermain. Oleh karena itu, Anda bisa memanfaatkan waktu bermain untuk mengajarkan aturan dan disiplin. Misalnya, dengan bermain peran atau permainan antrian, Anda bisa mengajarkan konsep giliran dan kesabaran. Metode ini tidak hanya menyenangkan, tapi juga membuat anak lebih mudah memahami dan menerima aturan yang Anda terapkan.

2. Jadilah Contoh yang Baik

Anak-anak sering meniru perilaku orang dewasa di sekitarnya. Jadi, jika Anda ingin anak-anak belajar disiplin, pastikan Anda juga menunjukkan sikap yang disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, jika Anda mengharapkan anak-anak merapikan mainan setelah bermain, lakukan hal yang sama dengan barang-barang Anda. Anak-anak akan lebih mudah mengikuti contoh yang mereka lihat daripada hanya mendengar perintah.

3. Hargai Perilaku Baik

Alih-alih selalu fokus pada kesalahan anak, cobalah untuk memberikan apresiasi ketika mereka melakukan hal yang benar. Penghargaan ini tidak harus berupa hadiah fisik; kadang pujian sederhana atau pelukan hangat sudah cukup untuk membuat anak merasa dihargai. Dengan cara ini, anak-anak akan lebih termotivasi untuk mengulangi perilaku baik mereka di masa depan.

4. Hindari Kekerasan

Menggunakan kekerasan, baik itu fisik maupun verbal, hanya akan membuat anak merasa takut dan tidak aman. Sebaliknya, cobalah untuk berbicara dengan tenang dan jelaskan apa yang salah dari tindakan mereka. Misalnya, daripada berteriak ketika anak melakukan kesalahan, ajak mereka berbicara dan bantu mereka memahami apa yang bisa diperbaiki di lain waktu.

5. Jelaskan Konsekuensi dengan Jelas

Anak-anak perlu tahu konsekuensi dari tindakan mereka, tapi itu tidak selalu harus berupa hukuman. Misalnya, jika anak tidak mau merapikan mainannya, Anda bisa menjelaskan bahwa mainan tersebut bisa hilang atau rusak. Dengan begitu, mereka belajar untuk bertanggung jawab atas barang-barangnya tanpa merasa dihukum.

6. Akui Kesalahan Anda

Sebagai orang tua atau guru, kita juga bisa membuat kesalahan. Jika Anda merasa telah bertindak tidak adil atau terlalu keras, jangan ragu untuk meminta maaf. Ini mengajarkan anak bahwa tidak apa-apa untuk membuat kesalahan selama kita bersedia untuk memperbaikinya. Anak-anak akan belajar bahwa tanggung jawab dan kejujuran adalah nilai yang penting.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....