Faktor - Faktor yang Menyebabkan Timbulnya Nafsu Belanja
- 26 Sep 2024 14:24 WIB
- Manado
KBRN, Manado: Ada saatnya Anda merasa ‘merdeka’ karena habis mendapat bonus di luar gaji ataupun rezeki tak terduga. Niatnya mungkin disimpan rapi dalam tabungan agar bisa digunakan di hari tua. Namun praktiknya tak semudah itu. Kadang ada ‘sabotase’ berupa belanja berlebihan yang kadang bahkan bisa mengambil jatah uang tabungan.
Melansir dari laman orami, menjelaskan bahwa berbelanja dengan menuruti nafsu menyebabkan terkadang kita membeli barang yang sebenarnya belum kita butuhkan saat ini, sehingga barang yang kita beli akan sia-sia. Berikut dijelaskan faktor-faktor yang bisa menjadikan nafsu sebagai pendorong Anda belanja.
1. Peer Pressure
Peer pressure adalah tekanan dari teman sebaya untuk mengikuti perilaku, gaya, atau sikap mereka agar diterima atau dianggap bagian dari kelompok tersebut. Peer preesure ini sangat kuat kaitannya dengan generasi milenial yang suka berbelanja.
sebagai contoh, hidup Anda terasa kurang jika tak menggenggam iPhone keluaran terbaru. Namun sayangnya tak semua orang beruntung bisa memiliki keduanya, kepuasan belanja dan menabung untuk hari tua.
Jadi, jika Anda merasa belum cukup dana untuk memenuhi kebutuhan barang mewah, lebih baik rem dulu. Beli tas yang lebih murah dan simpan sisanya untuk tabungan di hari tua.
2. Retail Therapy
Retail therapy atau dikenal juga dengan comfort shopping banyak dilakukan wanita untuk relaksasi. Anda mungkin terbiasa dengan membeli sepatu atau baju baru saat terkena masalah.
Pertengkaran dengan pasangan atau masalah di kantor seringkali menjadi pencetusnya. Ini sebenarnya sah-sah saja jika Anda tak keblablasan atau malah berhutang. Nah, jika ingin berhutang, pikirkan pula repotnya jika Anda harus mencicil tiap bulan. Bisa jadi lebih memberatkan hari-hari Anda.
Tapi bukan berarti Anda tak boleh belanja, kok. Tapi pikirkan barang-barang yang bisa menjadi investasi. Branded bag atau perhiasan emas misalnya. Nantinya bisa Anda jual lagi asal masih dalam kondisi prima.
3. Impulsive Buying
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....