Adaptasi Gizi di Bulan Puasa: Menilik Operasional Makan Bergizi Gratis di Manado

  • 25 Feb 2026 15:04 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Di sebuah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tikala Baru Dua, Manado, puluhan relawan tampak sibuk sejak pagi. Tangan-tangan mereka bergerak cepat, menyusun telur rebus, roti, kurma, hingga susu ke dalam kotak-kotak kemasan rapi. Selama Ramadan, rutinitas di dapur ini berubah: menu basah diganti menu kering agar bisa dikonsumsi siswa saat berbuka puasa di rumah.

Proses Pengemasan Menu Kering untuk Penerima Manfaat yang Menjalankan Ibadah Puasa di Dapur SPPG Tikala Baru 2 Manado, Rabu, 25 Februari 2026. (Foto: RRI/ Noni).

Dari dapur inilah ribuan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) diberangkatkan ke sekolah-sekolah penerima manfaat, termasuk Yayasan Pendidikan Islam Al Khairat Manado, sekolah dengan mayoritas siswa Muslim yang menjalankan ibadah puasa. Setelah pengemasan selesai, paket MBG dimuat ke kendaraan distribusi dan dikirim ke sekolah sebelum jam pulang.

Yayasan Pendidikan Islam Al Khairat Manado, Salah Satu Penrima Manfaat MBG dengan Mayoritas Siswa Beragama Islam dan Menjalankan Ibadah Puasa. (Foto: RRI/ Manado).

Kepala SPPG Tikala Baru Dua, Varen Legrants, menjelaskan penyesuaian menu Ramadan dilakukan berdasarkan petunjuk teknis nasional.

“Untuk wilayah yang mayoritas menjalankan ibadah puasa itu diberikan paket siap santap atau kemasan sehat,” ujarnya.

Kepala SPPG Tikala Baru Dua, Varen Legrants, saat ditemui RRI, Rabu, 25 Februari 2026. (Foto: RRI/ Noni).

Menurut Varen, pembagian tetap dilakukan pada jam yang sama seperti hari biasa. Namun, pihak SPPG juga menyesuaikan permintaan sekolah. Ada sekolah yang meminta seluruh siswa menerima menu kemasan sehat sebagai bentuk penghormatan bagi siswa yang berpuasa, meski tidak semua siswa menjalankan puasa.

Penyesuaian hanya dilakukan pada bentuk menu dan waktu konsumsi, sementara standar gizi tetap menjadi acuan utama. Ahli gizi SPPG Tikala Baru Dua, Subanrio Kantohe, mengatakan menu Ramadan dirancang agar tahan hingga waktu berbuka dan tetap memenuhi kebutuhan energi siswa.

Ahli gizi SPPG Tikala Baru Dua, Subanrio Kantohe, saat ditemui RRI, Rabu, 25 Februari 2026. (Foto: RRI/ Noni).

“Menu-menu kering ini bisa tahan sampai maghrib, jadi anak-anak yang berpuasa bisa menikmati MBG yang diberikan oleh dapur kami,” katanya.

Menu biasanya terdiri dari telur rebus, roti, kurma, dan susu, dengan porsi yang disesuaikan berdasarkan jenjang pendidikan. Menurut Subanrio, komposisi tersebut tetap mengacu pada prinsip gizi seimbang karbohidrat, protein, dan serat tetap terpenuhi meski dikemas dalam bentuk sederhana.

Proses Pendistribusian Menu Kering MBG Dapur SPPG Tikala Baru 2 saat Bulan Puasa. (Foto: RRI/ Noni).

Namun, Ramadan juga membawa tantangan bagi dapur MBG. Mitra Badan Gizi Nasional (BGN) SPPG Tikala Baru Dua, Efert Dodolang, mengungkapkan sejumlah bahan pangan mengalami kenaikan harga.

“Kenaikan yang signifikan sekarang ini itu adalah telur,” katanya.

Mitra Badan Gizi Nasional (BGN) SPPG Tikala Baru Dua, Efert Dodolang, saat ditemui RRI, Rabu, 25 Februari 2026. (Foto: RRI/ Noni).

Selain telur, komoditas lokal seperti merica, wortel, kentang, dan ketimun juga mengalami fluktuasi harga selama Ramadan. Meski demikian, Efert memastikan operasional dapur tetap mengacu pada petunjuk teknis terbaru, termasuk batas maksimal penerima manfaat dan jumlah relawan, tanpa penambahan personel selama bulan puasa.

Menu Kering yang diterima Siswa saat Bulan Puasa dari Dapur SPPG Tikala Baru 2, Manado, Rabu, 25 Februari 2026. (Foto: RRI/ Noni).

Di sekolah, program MBG Ramadan mendapat sambutan positif. Kepala Sekolah SMK Al Khairat Manado, Yanti Koalu, menilai menu kering menjadi solusi praktis bagi siswa yang berpuasa.

“Kalau yang kering, anak-anak bisa simpan untuk berbuka, jadi tidak ada masalah,” ujarnya.

Kepala Sekolah SMK Al Khairat Manado, Yanti Koalu, saat ditemui RRI, Rabu, 25 Februari 2026. (Foto: RRI/ Noni).

Ia juga menilai program MBG membantu orang tua dan berdampak pada kehadiran siswa di sekolah. Bagi sebagian siswa, adanya paket makanan di sekolah menjadi motivasi tambahan untuk datang dan belajar.

Bagi siswa sendiri, paket MBG Ramadan bukan sekadar bantuan makanan. Aulia, salah satu siswa SMK Al Khairat Manado, mengatakan menu MBG menjadi teman berbuka bersama keluarga.

“Menurut aku, di bulan puasa ini bagus karena bentuknya takjil dan bisa sampai berbuka puasa,” katanya.

Aulia, salah satu siswa SMK Al Khairat Manado. (Foto: RRI/ Noni).

Aulia berharap variasi menu terus dikembangkan ke depan agar tidak monoton, meski ia memahami keterbatasan menu basah selama Ramadan.

Dari dapur hingga sekolah, dari kotak kemasan hingga meja berbuka, program Makan Bergizi Gratis hadir menemani Ramadan para siswa di Manado. Di balik satu paket menu kering, ada perencanaan gizi, kerja relawan, serta upaya menjaga kualitas pangan di tengah fluktuasi harga bahan pokok.

Di bulan suci ini, satu kotak makanan bukan hanya menu berbuka. Ia menjadi simbol kepedulian negara, kerja kolaborasi banyak pihak, serta investasi bagi tumbuh kembang generasi muda yang tetap belajar, tetap sehat, dan tetap tumbuh—bahkan di tengah ibadah puasa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....