SPPG Tikala Baru 2 Pastikan MBG Selama Ramadan Jalan meski Harga Pangan Naik

  • 25 Feb 2026 14:29 WIB
  •  Manado

RRI.CO.ID, Manado - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan di Manado tetap berjalan dengan penyesuaian pada bentuk menu di tengah fluktuasi harga bahan pangan. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memastikan distribusi tetap berlangsung sesuai jadwal dengan mengikuti kebijakan nasional terkait pelaksanaan MBG selama puasa.

Kepala SPPG Tikala Baru 2 Manado, Varen Legrants, mengatakan pengaturan menu Ramadan mengacu pada surat edaran terbaru dari program MBG. “Untuk wilayah yang mayoritas menjalankan ibadah puasa itu diberikan paket siap santap atau kemasan sehat,” ujarnya saat dijumpai RRI di dapur SPPG Tikala Baru 2 Manado, Rabu, 25 Februari 2026.

Kepala SPPG Tikala Baru 2 Manado, Varen Legrants saat dijumpai RRI, Rabu, 25 Februari 2026. (Foto: RRI/ Noni).

Varen menjelaskan pembagian menu tetap dilakukan pada jam yang sama seperti hari biasa. Namun, pihak SPPG juga menyesuaikan permintaan sekolah, termasuk jika seluruh siswa diminta menerima menu kemasan sehat sebagai bentuk penghormatan bagi siswa yang berpuasa.

Mitra Badan Gizi Nasional (BGN) SPPG Tikala Baru 2, Efert Dodolang, menyebutkan operasional dapur tetap mengacu pada petunjuk teknis terbaru, termasuk batas maksimal penerima manfaat dan jumlah relawan. Ia menegaskan tidak ada penambahan relawan selama Ramadan.

Di sisi lain, Efert mengungkapkan adanya kenaikan harga sejumlah bahan pangan selama Ramadan, terutama telur dan komoditas lokal. “Kenaikan yang signifikan sekarang ini itu adalah telur,harga merica, wortel, kentang, dan ketimun juga mengalami fluktuasi,” katanya.

Mitra Badan Gizi Nasional (BGN) SPPG Tikala Baru 2, Efert Dodolang, saat dijumpai RRI Rabu, 25 Februari 2026. (Foto: RRI/ Noni).

Untuk menjaga pasokan, pihak mitra menjalin kerja sama dengan koperasi dan UMKM lokal dalam pengadaan bahan pangan. Kerja sama tersebut dilakukan agar distribusi bahan tetap terjaga sekaligus memberdayakan ekonomi lokal selama pelaksanaan program MBG.

Efert juga menyebutkan belum ada kelangkaan bahan pangan yang signifikan, meski beberapa komoditas seperti susu kerap habis di pasaran. Selain itu, ia menyoroti sulitnya mendapatkan minyak goreng subsidi untuk kebutuhan dapur MBG, yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah.

“Mestinya minyak subsidi diutamakan untuk dapur seperti kami, karena kalau sudah di tangan kedua atau ketiga harganya bukan lagi subsidi,” ujarnya.

Meski menghadapi tantangan kenaikan harga dan distribusi bahan pangan, pihak pengelola memastikan kualitas dan standar gizi menu MBG tetap terjaga sesuai ketentuan program. Evaluasi bersama koperasi pemasok bahan pangan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas distribusi selama Ramadan.

Program MBG selama Ramadan diharapkan tetap mendukung kebutuhan gizi siswa selama berpuasa, sekaligus menjaga kelancaran distribusi menu di sekolah-sekolah penerima manfaat di Manado.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....