Pemuda Lintas Agama Sulbar Gaungkan Moderasi Beragama RRI
- 10 Feb 2026 19:56 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Majalah udara program moderasi beragama salah satu program RRI Mamuju bersama narasumber Ketua Pemuda Lintas Agama (PELITA) Sulawesi Barat, Muh. Rusdi Nurhadi, Selasa, 10 Februari 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Harmoni dalam Perbedaan: Suara Pemuda Lintas Agama” ini dijelaskan bahwa PELITA Sulbar merupakan organisasi kepemudaan lintas agama yang berada di bawah naungan Kementerian Agama, dengan tujuan membangun generasi muda yang toleran, harmonis, dan berdaya saing.
“Pemuda Lintas Agama Sulawesi Barat hadir untuk berkontribusi bagi bangsa yang harmonis, toleran, dan berlandaskan nilai kebersamaan serta persatuan,” ujarnya.
Ia menuturkan, PELITA Sulbar memiliki sejumlah program kerja, di antaranya pengkaderan aktif serta pemberian edukasi kepada pemuda terkait pemahaman dan penghargaan antarumat beragama.
“Program kerja kami fokus pada penguatan kapasitas pemuda melalui edukasi lintas agama, dialog antariman, serta penggalian potensi pemuda agar mampu berkontribusi positif di tengah masyarakat,” tambahnya.
Menurut Rusdi, keberadaan organisasi lintas agama sangat penting untuk terus dirawat dan diperkuat, karena menjadi penghubung antarpemuda dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan antarumat beragama.
“PELITA ini menjadi jembatan pemuda dalam membangun kerukunan. Tanpa ruang seperti ini, potensi konflik akibat kesalahpahaman bisa muncul,” katanya.
Ia juga menyoroti kondisi sebagian generasi muda yang dinilai masih minim pemahaman tentang nilai-nilai keagamaan dan toleransi.
“Banyak anak muda yang belum memahami arah dan nilai agamanya dengan baik. Karena itu, PELITA hadir untuk memberikan edukasi lintas agama yang menyejukkan,” ucapnya.
Lebih lanjut, Rusdi menekankan bahwa toleransi beragama harus diwujudkan dalam sikap saling menghargai, tidak membeda-bedakan, serta menjaga etika dalam kehidupan sosial.
“Toleransi itu saling menghargai, sipakasayangngi, sipakala’bi, tidak saling mengganggu, tidak membeda-bedakan agama, suku, dan ras. Selama dia manusia, kita harus saling menghormati dan berbicara dengan sopan dan beretika,” jelasnya.
Di akhir kegiatan, Rusdi berharap generasi muda Sulawesi Barat dapat menjadi penggagas perdamaian, serta terus memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemuda lintas agama dan pemerintah.
“Kami berharap sinergitas antara pemuda lintas agama dan pemerintah tetap kokoh dan terus dikembangkan demi terciptanya kehidupan masyarakat yang damai,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....