DTPHP Sulbar Minta Peternak Babi Waspadai Virus Flu Babi Afrika

  • 21 Jul 2026 16:12 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Sulawesi Barat mengingatkan para peternak babi untuk mewaspadai tingginya laju penyebaran virus Flu Babi Afrika atau African Swine Fever (ASF). Selain kontak langsung, penularan virus ini tergolong sangat cepat melalui jalur tidak langsung, salah satunya pemberian pakan sisa

Medik Veteriner Ahli Pertama Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Sulbar, Imron Taufiq menjelaskan, penularan secara langsung dapat terjadi melalui cairan tubuh ternak yang sakit, seperti air liur, cairan hidung, urine, hingga feses. Namun, potensi penularan tidak langsung juga tak kalah masif dan kerap diabaikan oleh peternak.

"Penularan tidak langsung bisa terbawa oleh lalu lintas manusia atau peternak itu sendiri yang berpindah dari kandang terinfeksi ke tempat sehat. Selain itu, masuknya babi baru yang sakit dari luar daerah ke wilayah bebas kasus juga menjadi pemicu utama," ujar Imron dalam dialog interaktif Dialog Halo Sulbar RRai Mamuju, Selasa 21 Juli 2026.

Imron memberi sorotan khusus pada kebiasaan peternak yang kerap memberikan sisa makanan atau olahan daging babi ke ternak mereka. Daging babi yang terinfeksi virus ASF dan diolah menjadi makanan sisa tetap berpotensi menularkan virus jika dikonsumsi kembali oleh babi yang sehat.

"Sering kali peternak merasa sayang jika ada makanan sisa dibuang, lalu diberikan ke babinya. Padahal, jika sisa makanan tersebut mengandung daging yang pernah terinfeksi, virus ASF akan dengan mudah menulari babi yang mengonsumsinya," tegasnya.

Untuk menekan laju penyebaran virus demam babi Afrika ini, Dinas Peternakan Sulbar mengimbau para peternak agar memperketat sanitasi kandang, membatasi mobilitas orang asing ke area peternakan, serta tidak memberikan olahan pakan sisa yang belum terjamin kebersihannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....