DTPHP Sulbar Ungkap Jejak Masuknya Virus Flu Babi Afrika ke Mamasa

  • 21 Jul 2026 16:22 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Sulawesi Barat (DTPHP) mengungkapkan bahwa lalu lintas ternak dan pergerakan produk daging antarwilayah menjadi jalur utama masuknya virus Flu Babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) ke wilayah Sulbar.

Medik Veteriner Ahli Pertama Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Sulbar, Imron Taufiq menjelaskan, virus ASF pertama kali ditemukan di Kenya pada tahun 1921 sebelum akhirnya menyebar ke Eropa dan Asia. Di Indonesia sendiri, kasus pertama terdeteksi di Sumatera Utara pada 2019 lalu menyebar cepat ke berbagai provinsi termasuk Sulawesi Barat yang baru terdeteksi pada 2023 di Sumarorong, Kabupaten Mamasa.

"Kasus pertama di Sulawesi Barat baru terdeteksi pada tahun 2023 lalu di Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa," kata Imron dalam Dialog Interaktif di RRI Mamuju, Selasa 21 Juli 2026.

Imron menjelaskan, penularan awal di Mamasa dipicu oleh tingginya mobilitas warga saat menggelar acara adat atau tradisi kekeluargaan. Saat itu, sanak keluarga dari luar daerah membawa babi hidup maupun olahan daging babi yang ternyata sudah terinfeksi virus.

"Saat ada pesta adat, keluarga dari daerah luar datang membawa babi hidup atau daging yang sudah terpapar virus. Dari situlah kemudian terjadi outbreak atau wabah pertama di Sulbar," terangnya.

Melihat fakta tersebut, Imron menekankan krusialnya pengawasan ketat di pintu-pintu masuk lalu lintas hewan dan produk ternak. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk lebih selektif serta meningkatkan kesadaran bersama agar tidak membawa masuk ternak dari wilayah yang terindikasi terkena wabah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....