DTPHP Sulbar Beberkan Gejala dan Penularan Virus Flu Babi Afrika

  • 21 Jul 2026 16:11 WIB
  •  Mamuju

RRI.CO.ID, Mamuju - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Provinsi Sulawesi Barat meminta masyarakat tidak panik terkait ancaman African Swine Fever (ASF) atau Flu Babi Afrika. Penyakit akibat infeksi virus ini dipastikan tidak bersifat zoonosis atau tidak menular dari hewan ke manusia.

Medik Veteriner Ahli Pertama Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Sulbar, Imron Taufiq menjelaskan, virus ASF hanya menyerang spesies babi tanpa memandang ras maupun tingkatan umur ternak.

"Meskipun virus ini tergolong berbahaya bagi ternak, untungnya ASF ini hanya menular antar-sesama babi. Penyakit ini tidak menular ke ternak lain, apalagi ke manusia, jadi tidak seperti rabies," ujar Imron dalam dialog interaktif Halo Sulbar RRI Mamuju, Selasa 21 Juli 2026.

Imron menyebut, mekanisme serangan virus ASF menyasar sistem kekebalan tubuh ternak, khususnya sel darah putih, sehingga memicu infeksi berat dan demam tinggi pada babi yang terinfeksi.

Beberapa gejala klinis yang patut diwaspadai oleh para peternak di antaranya babi mengalami demam tinggi, kehilangan nafsu makan, hingga lemas dan sulit bergerak. Selain itu, terdapat tanda fisik berupa kemerahan hingga bercak kebiruan pada area telinga, perut, dan kaki.

"Gejala spesifik lainnya adalah dapat memicu keguguran atau abortus pada babi betina, hingga kasus kematian mendadak pada ternak," jelasnya.

Pihak Dinas Peternakan Sulbar terus mengimbau para peternak untuk memperketat kebersihan kandang serta membatasi lalu lintas ternak guna mencegah potensi penyebaran virus ASF di wilayah Sulawesi Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....