Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Sulbar Menurun
- 05 Feb 2026 15:30 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju- Dinas Sosial DP3A P2MD Provinsi Sulawesi Barat mencatat kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Sulawesi Barat sepanjang tahun 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, berdasarkan data yang ada, penurunan tersebut belum signifikan dan masih membutuhkan perhatian serius.
Analis Kebijakan Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas Sosial DP3A P2MD Provinsi Sulawesi Barat, Rachmi, menjelaskan bahwa pada tahun 2025 tercatat sebanyak 169 kasus kekerasan dengan total 184 korban.
"Kalau untuk tahun 2025 jumlah kasus keseluruhan itu 169 kasus. Tetapi jumlah korban total itu 184 orang," paparnya dalam wawancara bersama Reporter RRI Mamuju, Kamis, 5 Februari 2026.
Rachmi menguraikan, dari total korban tersebut, sebanyak 45 korban merupakan laki-laki dan 139 korban perempuan berhasil ditangani.
"Jadi untuk total korban itu 45 untuk laki-laki, kemudian perempuan 139 korban," urainya.
Sementara itu, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak pada tahun 2024 tercatat sebanyak 174 kasus. Hal tersebut menunjukkan adanya penurunan walaupun belum signifikan.
"Sebelumnya, tahun 2024 itu ada 174 kasus berarti kalau dibandingkan dengan tahun 2025, 169 kasus berarti ada sedikit penurunan," jelasnya.
Meski terjadi penurunan, Rachmi berharap angka kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Sulawesi Barat dapat terus ditekan. Dinas Sosial DP3A P2MD Provinsi Sulawesi Barat juga terus berkomitmen untuk berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat upaya pencegahan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....