Capaian JKN 2025: 282,7 Juta Jiwa Peserta Terlindungi Kesehatan
- 02 Jul 2026 12:01 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju – BPJS Kesehatan resmi memaparkan Laporan Pengelolaan Program dan Laporan Keuangan Tahun 2025 dalam kegiatan Public Ekspose yang digelar pada Kamis 2 Juli 2026.
Sepanjang tahun 2025, program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menunjukkan capaian signifikan dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menyampaikan bahwa hingga 31 Desember 2025, jumlah peserta JKN telah mencapai 282,7 juta jiwa. Angka ini setara dengan 98,62 persen dari total penduduk Indonesia.
Tingginya angka kepesertaan ini juga diiringi dengan melonjaknya pemanfaatan layanan kesehatan. Tercatat lebih dari 725,3 juta pemanfaatan layanan sepanjang tahun 2025, atau rata-rata mencapai 1,9 juta akses layanan setiap harinya.
“Program JKN bukan hanya sekadar jaminan biaya kesehatan. Ini adalah fondasi bagi terciptanya sumber daya manusia Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Tingginya angka pemanfaatan layanan mencerminkan kepercayaan masyarakat yang semakin kuat terhadap JKN,” ujar Prihati.
Terkait pengelolaan keuangan, BPJS Kesehatan mencatatkan kinerja yang sehat dan akuntabel. Aset bersih Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan hingga akhir tahun 2025 tercatat sebesar Rp30,04 triliun. Hasil investasi dana tersebut juga mencapai Rp3,94 triliun, yang dikelola dengan prinsip kehati-hatian untuk memastikan keberlanjutan program.
Atas capaian tersebut, BPJS Kesehatan kembali meraih opini Wajar Tanpa Modifikasi (WTM) dari Kantor Akuntan Publik untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut.
Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Stevanus Adrianto Passat, menekankan bahwa dana yang dikelola adalah amanah publik. Oleh karena itu, fungsi pengawasan dilakukan secara ketat dan konstruktif.
“Kami bertujuh di Dewan Pengawas terus memberikan saran dan pertimbangan kepada jajaran Direksi untuk memastikan pengelolaan program dilakukan secara profesional. Kami mengapresiasi komitmen Direksi yang menindaklanjuti rekomendasi kami agar dampak nyata bagi masyarakat semakin meningkat,” ungkap Stevanus.
Untuk menunjang kemudahan akses, BPJS Kesehatan terus mengoptimalkan transformasi digital, di antaranya melalui Aplikasi Mobile JKN, Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) di nomor 08118165165. Care Center 165.
Keberhasilan ini juga ditopang oleh kerja sama dengan 23.770 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 3.194 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang tersebar di seluruh Indonesia.
Meski telah mencapai banyak prestasi, BPJS Kesehatan tetap menyadari adanya tantangan, terutama terkait pengendalian biaya penyakit katastropik.
Ke depannya, BPJS Kesehatan berkomitmen untuk terus mengoptimalkan upaya pencegahan penyakit melalui program promotif dan preventif, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan demi menjaga keberlanjutan JKN untuk generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....