Pawai Budaya HUT ke-667 Kota Probolinggo Meriah, Warga Bertahan hingga Malam
- 14 Sep 2026 17:24 WIB
- Malang
RRI. CO. ID, Probolinggo: Pawai Budaya dalam rangka Hari Jadi ke-667 Kota Probolinggo berlangsung meriah. Sebanyak 23 kontingen ambil bagian menampilkan beragam kesenian, cerita rakyat, budaya, hingga potensi daerah.
Pawai dilepas Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin bersama jajaran Forkopimda. Peserta berasal dari berbagai unsur, tidak hanya perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo, tetapi juga lintas sektor.
Salah satu kontingen, Bank Jatim Cabang Probolinggo, mengangkat ikon Mangga dan Anggur yang selama ini menjadi identitas Kota Probolinggo. Sementara Pemerintah Kabupaten Probolinggo menampilkan kisah Cindelaras sebagai pesan pelestarian budaya dan semangat membangun daerah.
Sekretariat DPRD Kota Probolinggo turut menghadirkan kisah Nyai Sekar Arum, sedangkan PT Bahari Tanjung Tembaga (Perseroda) mengusung tema “Pesona Bahari Nusantara” melalui kisah Jebing Majengan yang menggambarkan kehidupan dan semangat masyarakat pesisir.
Keberagaman penampilan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Antusiasme warga terlihat di sepanjang rute pawai, bahkan hingga malam hari.
Salah seorang warga asal Cokroaminoto menilai Pawai Budaya tahun ini lebih variatif dibandingkan tahun sebelumnya.
“Lebih variatif dari tahun kemarin. Semoga Probolinggo semakin maju, terutama di bidang budaya dan pariwisata,” ujarnya, Senin (14/9/2026).
Hal senada disampaikan Dian, warga yang tetap bertahan menyaksikan pawai hingga malam. Ia berharap Kota Probolinggo semakin maju, baik dan sejahtera.
“Saya rasa lebih bagus dari tahun kemarin. Harapan saya semoga Kota Probolinggo lebih maju, lebih baik dan sejahtera,” tuturnya.
Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin mengaku terkejut melihat besarnya antusiasme masyarakat. Menurutnya, warga tetap kembali memadati lokasi pawai meski sempat meninggalkan lokasi setelah waktu Maghrib.
“Masyarakat Kota Probolinggo luar biasa. Saya ucapkan terima kasih kepada peserta pawai yang memberikan sajian, pagelaran, perform yang begitu apik. Saya tidak mengira setelah salat Maghrib banyak yang bubar, ternyata balik lagi dan ikut sampai selesai di nomor peserta 23,” ungkap Aminuddin.
Menurutnya, antusiasme tersebut menunjukkan tingginya kecintaan masyarakat terhadap seni dan budaya sekaligus menjadi modal penting dalam pengembangan sektor pariwisata Kota Probolinggo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....