Yovito Usung Aroma Mewangi Angkat Nilai Limbah Mawar Kota Batu

  • 30 Jun 2026 12:24 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Delegasi Kota Batu, Kangmas Yovito, menghadirkan program inovatif bertajuk Aroma Mewangi dalam ajang Raka Raki Jawa Timur 2026. Program ini mengolah limbah bunga mawar dari Desa Gunungsari menjadi potpourri bernilai ekonomi, sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.

Dalam talkshow Sore Ceria, Yovito menjelaskan bahwa Kota Batu dikenal sebagai salah satu sentra hortikultura di Jawa Timur, termasuk sebagai penghasil bunga mawar. Namun, masih banyak bunga yang tidak memenuhi standar pasar maupun sisa dekorasi yang berakhir menjadi limbah.

"Kota Batu memiliki potensi besar sebagai penghasil bunga mawar. Sayangnya, masih banyak bunga yang tidak lolos standar penjualan atau sisa dekorasi yang akhirnya dibuang. Padahal, limbah tersebut masih memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik," ujar Yovito di Pro 2 RRI Malang, Senin (29/6/2026).

Berangkat dari kondisi tersebut, ia menggagas program Aroma Mewangi dengan mengolah bunga mawar yang tidak terpakai menjadi potpourri, yaitu bunga kering yang dapat dimanfaatkan sebagai aromaterapi maupun suvenir khas daerah.

Menurut Yovito, gagasan tersebut muncul setelah dirinya berdiskusi langsung dengan para pelaku usaha bunga di Desa Gunungsari. Dari hasil diskusi itu, ia mengetahui sebagian besar petani belum menyadari bahwa limbah bunga masih memiliki peluang usaha yang menjanjikan.

"Saya berdiskusi langsung dengan para pelaku usaha bunga dan menemukan bahwa banyak yang belum mengetahui limbah bunga masih bisa diolah menjadi produk bernilai jual. Padahal, potpourri memiliki pasar tersendiri dan bisa menjadi identitas baru Desa Gunungsari selain sebagai sentra mawar," jelasnya.

Proses pembuatan potpourri, lanjut Yovito, dilakukan dengan metode sederhana yang mudah diterapkan masyarakat. Bunga mawar dikeringkan menggunakan sinar matahari selama lima hingga tujuh hari, kemudian dipadukan dengan minyak esensial agar menghasilkan aroma yang khas dan tahan lama.

"Prosesnya cukup sederhana. Bunga dikeringkan secara alami menggunakan sinar matahari selama lima sampai tujuh hari, kemudian diberi minyak esensial. Dengan cara ini, masyarakat dapat memproduksinya tanpa membutuhkan biaya besar," katanya.

Yovito mengungkapkan, ketertarikannya terhadap pemanfaatan limbah bunga berawal sejak duduk di bangku SMP. Pengetahuan yang diperoleh dari mata pelajaran prakarya kemudian ia kembangkan menjadi program yang memiliki dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

"Saya sendiri mengetahui teknik pengeringan limbah bunga sejak SMP melalui mata pelajaran prakarya. Pengalaman sederhana itu akhirnya saya kembangkan menjadi program yang saya bawa dalam seleksi Raka Raki Jawa Timur 2026 agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tuturnya.

Selain menjalankan program pemberdayaan masyarakat, Yovito juga aktif mempromosikan berbagai produk UMKM Kota Batu melalui media sosial, mulai dari batik ecoprint hingga beragam produk kreatif lainnya. Menurutnya, setiap delegasi Raka Raki memiliki tanggung jawab untuk memperkenalkan potensi wisata, budaya, dan ekonomi kreatif daerah asal kepada masyarakat yang lebih luas.

"Kami tidak hanya membawa program sosial, tetapi juga menjadi duta yang memperkenalkan potensi daerah. Melalui media sosial, saya berusaha mengenalkan UMKM, wisata, budaya, hingga produk kreatif Kota Batu agar semakin dikenal masyarakat," ungkapnya.

Melalui program Aroma Mewangi, Yovito berharap limbah bunga mawar tidak lagi dipandang sebagai sampah, melainkan sebagai bahan baku produk kreatif yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat serta memperkuat citra Kota Batu sebagai daerah hortikultura yang inovatif.

"Harapan saya, limbah bunga mawar tidak lagi berakhir di tempat pembuangan. Sebaliknya, limbah ini bisa menjadi produk kreatif yang bernilai ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat identitas Kota Batu sebagai kota hortikultura yang inovatif," pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....