Nimas Mafie Kenalkan TEMU Promosikan Wisata Edukasi Kampung Tempe Beji
- 30 Jun 2026 12:56 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang- Delegasi Kota Batu, Nimas Mafie, mengangkat potensi gastronomi lokal melalui program TEMU (Tempe Edukasi Maju dan Unggul) dalam ajang Raka Raki Jawa Timur 2026. Program tersebut dirancang untuk memperkenalkan Kampung Tempe Beji sebagai destinasi wisata edukasi sekaligus memperkuat promosi industri tempe yang menjadi salah satu potensi unggulan Kota Batu.
Dalam talkshow Sore Ceria, Mafie menjelaskan alasan memilih Kampung Tempe Beji sebagai fokus programnya. Menurutnya, kawasan tersebut merupakan sentra produksi tempe terbesar di Kota Batu dan menjadi salah satu pemasok kebutuhan tempe di wilayah Malang Raya. Namun, potensi tersebut masih belum banyak diketahui masyarakat.
"Kampung Tempe Beji memiliki potensi yang sangat besar karena menjadi sentra produksi tempe terbesar di Kota Batu, bahkan memasok kebutuhan tempe di Malang Raya. Sayangnya, belum banyak masyarakat yang mengetahui potensi ini. Karena itu saya ingin mengenalkannya melalui konsep wisata edukasi," ujar Mafie, Senin (29/6/2026).
Melalui program TEMU, masyarakat tidak hanya diajak menikmati hasil olahan tempe, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar secara langsung. Peserta dapat melihat seluruh tahapan pembuatan tempe, mulai dari proses peragian, pencetakan, hingga membawa pulang tempe hasil produksi mereka sendiri.
"Dalam program TEMU, peserta bisa belajar langsung bagaimana proses pembuatan tempe dari awal sampai akhir. Harapannya, pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa tempe bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari warisan kuliner yang memiliki nilai ekonomi dan budaya," jelasnya.
Mafie juga menyoroti penerapan konsep keberlanjutan yang telah dijalankan para perajin tempe di Kampung Tempe Beji. Menurutnya, hampir seluruh limbah produksi masih dapat dimanfaatkan sehingga memiliki nilai ekonomi dan tidak mencemari lingkungan.
"Semua sisa dari produksi tempe mulai dari kulit kedelai, air rebusan, hingga sisa penyaringan minyak bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak. Sedangkan potongan tempe yang tidak terjual masih dapat diolah menjadi produk lain seperti tempe orek. Bisa dikatakan hampir seluruh limbahnya memiliki nilai ekonomi," imbuhnya.
Selain menjalankan program TEMU, Mafie juga aktif mempromosikan berbagai produk UMKM Kota Batu melalui media sosial, mulai dari batik ecoprint hingga berbagai produk kreatif lainnya. Menurutnya, setiap delegasi Raka Raki memiliki tanggung jawab memperkenalkan potensi wisata, budaya, dan ekonomi kreatif daerah asal kepada masyarakat yang lebih luas.
"Sebagai delegasi Raka Raki Jawa Timur, kami memiliki tanggung jawab untuk memperkenalkan potensi daerah. Karena itu saya juga aktif mempromosikan produk-produk UMKM Kota Batu agar semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas," tuturnya.
Melalui program TEMU, Mafie berharap Kampung Tempe Beji semakin dikenal sebagai destinasi wisata gastronomi yang tidak hanya menawarkan produk olahan tempe berkualitas, tetapi juga menghadirkan pengalaman edukasi serta mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Saya berharap Kampung Tempe Beji dapat menjadi destinasi wisata kuliner edukatif yang semakin dikenal masyarakat. Dengan begitu, industri tempe lokal dapat terus berkembang sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha dan warga sekitar," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....