Akhir Juni, Jembatan Kaca Seruni Point Bromo Ditargetkan Dibuka untuk Umum

  • 26 Jun 2026 17:13 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Jembatan Kaca Seruni Point di kawasan Bromo ditargetkan mulai dibuka untuk umum pada akhir Juni 2026. Saat ini, seluruh persiapan menjelang operasional terus dimatangkan, termasuk pemeriksaan akhir terhadap konstruksi dan kesiapan pengelolaan.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), Rudijanta Tjahja Nugraha, mengatakan kerja sama pengelolaan dengan pihak ketiga telah ditandatangani pada pekan lalu. Selanjutnya, seluruh aspek teknis operasional akan menjadi tanggung jawab mitra pengelola.

"Untuk spot Jembatan Kaca, pekan lalu memang sudah dilakukan penandatanganan kerja sama dengan pihak ketiga. Dengan demikian seluruh teknis dan lainnya akan disiapkan oleh pihak ketiga. Saat pemaparan beberapa waktu lalu disampaikan akhir Juni akan dibuka, namun kami masih menunggu pembaruan informasi terkait jadwal tersebut," ujar Rudijanta, Jumat (26/6/2026).

Menjelang pra-peluncuran, jajaran Kementerian Kehutanan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), BB TNBTS, serta Pemerintah Kabupaten Probolinggo melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap infrastruktur jembatan.

Pejabat Pembuat Komitmen Balai Geoteknik, Terowongan, dan Struktur (BGTS) Kementerian PUPR, Agung Wahyudi, memastikan jembatan telah melalui serangkaian pengujian dengan standar keamanan yang ketat. Menurutnya, lantai jembatan menggunakan material laminated glass, yakni perpaduan tempered glass dengan lapisan SentryGlass Plus (SGP).

Setiap panel kaca berukuran 1,8 meter x 1,5 meter dengan berat sekitar 180 kilogram dan ketebalan total mencapai 25,52 milimeter. Material tersebut telah diuji hingga batas maksimal di laboratorium. Lapisan kaca bagian bawah baru pecah setelah menerima beban sekitar 6,2 ton, sedangkan lapisan atas pecah pada beban sekitar 3,9 ton.

Selain pengujian ekstrem, simulasi penggunaan normal juga dilakukan dengan delapan orang dewasa berjalan bersamaan di atas jembatan. Hasilnya, tidak ditemukan retak maupun kerusakan pada struktur kaca.

Agung menambahkan, Jembatan Kaca Seruni Point dirancang memiliki umur layanan hingga 50 tahun dengan catatan dilakukan perawatan secara berkala. Sejumlah komponen nonstruktural seperti jaring pengaman, sealant sambungan kaca, hingga lapisan pelindung harus diperiksa dan diganti sesuai masa pakainya.

Sementara itu, General Manager The Lawu Group, Achmad Ridho, memastikan pihak pengelola telah menyiapkan tim internal khusus untuk melakukan inspeksi dan perawatan rutin setiap hari. Tim tersebut juga diperkuat personel yang sebelumnya terlibat dalam proses pembangunan jembatan sehingga memahami detail konstruksi.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi, optimistis Jembatan Kaca Seruni Point akan menjadi daya tarik wisata baru di kawasan Bromo. Menurutnya, dari atas jembatan wisatawan dapat menikmati panorama Gunung Bromo, Gunung Batok, dan Gunung Semeru dalam satu sudut pandang, serta hamparan lautan pasir dan perbukitan hijau yang menjadi ciri khas kawasan tersebut.

Pemerintah berharap kehadiran Jembatan Kaca Seruni Point mampu menambah pilihan destinasi wisata di kawasan Bromo sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Video

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....