Nilai Dolar Naik, Hunian Hotel Batu Tak Banyak Berubah
- 05 Jun 2026 15:16 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Batu - Kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah belum dapat dipastikan berdampak langsung terhadap tingkat hunian hotel di Kota Batu. Namun, pelaku industri perhotelan menilai daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih masih menjadi tantangan utama sektor pariwisata.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Sujud Hariadi, mengatakan pihaknya belum memiliki data yang dapat memastikan hubungan langsung antara kenaikan dolar dan okupansi hotel. Meski demikian, kondisi ekonomi masyarakat dinilai berpengaruh terhadap pola pengeluaran wisatawan.
“Untuk kepastian pengaruh kenaikan USD terhadap rupiah dan pengaruhnya kepada okupansi hotel, saya tidak bisa memastikannya,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, tingkat hunian hotel di Kota Batu pada Mei 2026 relatif tidak berbeda dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan kunjungan wisatawan ke sektor akomodasi masih cenderung stabil.
Sujud menjelaskan perbedaan justru terlihat pada rata-rata tarif kamar hotel. Pada Mei 2026, harga kamar yang berhasil dijual hotel-hotel di Kota Batu berada di bawah capaian tahun 2025.
“Secara hunian terkait okupansi, kita sama saja antara Mei 2025 dengan Mei 2026. Cuma untuk room rate atau harga rata-rata, kita justru lebih tinggi di tahun 2025 kemarin,” jelasnya.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pelaku usaha perhotelan karena pendapatan dari penjualan kamar belum sepenuhnya pulih. Meski okupansi tetap terjaga, penurunan tarif kamar menunjukkan industri perhotelan masih harus menyesuaikan diri dengan kondisi daya beli wisatawan saat ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....