Tour Guide Dinilai Masih Menjanjikan di Industri Pariwisata
- 26 Mei 2026 14:55 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Industri pariwisata yang terus berkembang membuka peluang kerja luas bagi generasi muda, termasuk pada profesi tour guide atau pemandu wisata. Di tengah meningkatnya tren wisata berbasis pengalaman, profesi ini dinilai masih memiliki prospek besar dengan tuntutan kemampuan yang semakin beragam.
Pelaku wisata asal Malang, Tiyok, mengatakan profesi tour guide tidak hanya bertugas menjelaskan destinasi wisata, tetapi juga menghadirkan pengalaman perjalanan yang nyaman, menyenangkan, dan berkesan bagi wisatawan.
“Profesi ini penuh tantangan, seru, dan memiliki nilai tinggi karena kita berinteraksi langsung dengan banyak orang serta menciptakan pengalaman bagi wisatawan,” ujar Tiyok saat diwawancarai RRI Malang, Minggu (24/05/2026).
Tiyok mengungkapkan, ketertarikannya pada dunia pemandu wisata berawal dari hobinya traveling yang kemudian didukung pengalaman di bidang broadcasting dan musik. Saat masih aktif sebagai Music Director di Radio Tidar Sakti Kota Wisata Batu, ia mendapat kesempatan pertama mendampingi tamu wisata.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi titik awal dirinya menekuni profesi tour guide dan tour leader secara profesional. Meski sempat merasa gugup saat harus berbicara langsung dengan wisatawan, ia justru menemukan tantangan dan keseruan baru dalam pekerjaan tersebut.

Kariernya semakin berkembang setelah bergabung dengan komunitas PRAM (Pramuwisata Malang) pada 2018. Ia menilai komunitas menjadi ruang belajar penting untuk meningkatkan kemampuan sekaligus memahami perkembangan industri pariwisata.
Selain kemampuan komunikasi dan pelayanan, Tiyok menekankan pentingnya profesionalisme bagi seorang pemandu wisata. Ia menyebut tour guide wajib memiliki sertifikasi profesi dan lisensi sebagai bentuk legalitas serta standar kompetensi pelayanan kepada wisatawan.
Dalam menjalani profesinya, Tiyok mengaku pernah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari wisatawan yang merasa pelayanan kurang maksimal, keterlambatan pembayaran jasa oleh agen perjalanan, hingga harus memandu perjalanan ke destinasi baru yang belum pernah dikunjungi sebelumnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, ia terbiasa datang lebih awal ke lokasi wisata guna mempelajari kondisi lapangan dan menggali informasi tambahan yang akan disampaikan kepada wisatawan. Kesabaran juga menjadi kunci utama saat menghadapi keterlambatan perjalanan, antrean panjang, maupun fasilitas wisata yang belum siap.

Pengalaman di bidang broadcasting, paduan suara, dan musik juga dinilai membantu dirinya membangun komunikasi yang lebih interaktif dengan wisatawan. Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya terjadi saat mendampingi rombongan wisata lanjut usia selama tujuh hari ke Dieng, Wonosobo, Magelang, dan Yogyakarta.
“Kebersamaan selama perjalanan terasa hangat karena banyak aktivitas interaktif, termasuk bernyanyi bersama. Itu yang membuat perjalanan jadi lebih menyenangkan,” katanya.
Tiyok menambahkan, profesi tour guide tetap memiliki peluang besar di tengah pertumbuhan sektor pariwisata. Menurutnya, seorang pemandu wisata kini tidak hanya berperan sebagai pendamping perjalanan, tetapi juga komunikator, problem solver, sekaligus representasi pelayanan wisata yang berkualitas.

Ia pun mengajak generasi muda yang tertarik di bidang pariwisata untuk terus belajar, konsisten mengembangkan kemampuan, serta siap menghadapi beragam karakter wisatawan.
“Dunia tour guide kuncinya selalu belajar. Semua proses akan menjadi aset dan value bagi diri kita sendiri. Dan yang paling penting, sabar mendampingi peserta dengan karakter yang berbeda-beda,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....