Tingkat PAD, Pemkab Probolinggo Uji Coba Tiket Online Bromo
- 19 Apr 2026 22:18 WIB
- Malang
RRI. CO. ID, Probolinggo – Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo mulai melakukan uji coba sistem tiket online di kawasan Gunung Bromo pada Sabtu dan Minggu (11–12/4/2026).
Uji coba ini bertepatan dengan dua event besar, yakni Bromo Sunset Music and Culture di Seruni Point serta Bromo Medic Run yang dimanfaatkan sebagai momentum sosialisasi langsung kepada wisatawan di tengah tingginya kunjungan.
Kepala Disporapar Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi melalui Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Umi Subiyantiningsih menyampaikan bahwa penerapan tiket online merupakan langkah strategis menuju pengelolaan wisata yang lebih modern dan transparan.
“Uji coba ini menjadi bagian dari upaya kami meningkatkan pelayanan kepada wisatawan sekaligus mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan tiket secara digital,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).
Menurutnya, sistem tiket online tidak hanya mempermudah wisatawan dalam melakukan pembelian, tetapi juga membantu pengaturan arus kunjungan agar lebih tertib dan terkontrol.
“Dengan sistem online, wisatawan diharapkan sudah memiliki tiket sebelum tiba di lokasi, sehingga dapat mengurangi antrean dan penumpukan di pintu masuk kawasan wisata,” jelasnya.
Selama pelaksanaan uji coba, petugas Disporapar ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk memberikan informasi serta mengarahkan pengunjung yang belum memiliki tiket agar melakukan pembelian secara daring terlebih dahulu.
Meski pelaksanaan berjalan cukup lancar, Umi mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, seperti belum meratanya pemahaman wisatawan, keterbatasan akses pembayaran digital, serta kondisi jaringan internet di beberapa titik.
“Kami menyadari masih ada tantangan, terutama terkait literasi digital dan infrastruktur jaringan. Namun ini menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan,” tambahnya.
Ke depan, Disporapar Kabupaten Probolinggo akan meningkatkan intensitas sosialisasi, memperkuat jaringan internet di kawasan wisata, serta menyediakan layanan bantuan transaksi bagi wisatawan yang mengalami kendala.
“Harapan kami, masyarakat dan wisatawan dapat mendukung sistem ini sebagai langkah menuju pengelolaan pariwisata yang lebih profesional, tertib dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....