Pengamanan Wisata di Kota Batu Diperketat, Lonjakan Pengunjung Capai 31 Persen
- 28 Mar 2026 20:41 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Batu – Meski Operasi Ketupat Semeru 2026 resmi berakhir pada 25 Maret 2026, aparat kepolisian tidak serta-merta melonggarkan pengamanan di kawasan wisata Kota Batu. Tingginya mobilitas masyarakat selama libur panjang mendorong peningkatan langkah-langkah pengamanan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan kemacetan.
Kapolda Jawa Timur, Inspektur Jenderal Polisi Nanang Avianto, menyatakan pihaknya tetap menggelar Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) sebagai respons terhadap dinamika di lapangan.
“Walaupun Operasi Ketupat Semeru sudah selesai pada 25 Maret, kami tetap melaksanakan KRYD karena aktivitas masyarakat masih tinggi,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).
Pernyataan itu menandai peralihan dari operasi temporer ke mode siaga berkelanjutan, menyesuaikan dengan arus wisatawan yang belum surut.
Berdasarkan data statistik, jumlah kunjungan wisata ke Kota Batu meningkat signifikan, mencapai 31 persen. Secara keseluruhan, arus mudik dan arus balik tercatat naik sekitar 21 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Lonjakan ganda tersebut berdampak langsung terhadap kondisi lalu lintas. Sejumlah jalur utama menuju destinasi wisata unggulan masih mengalami kepadatan di luar hari-hari puncak operasi.
Kepolisian telah menempatkan personel di berbagai titik strategis, mulai dari jalur transportasi utama hingga kawasan wisata. Pengaturan lalu lintas, patroli terpadu, serta koordinasi dengan dinas perhubungan dan pengelola objek wisata terus diintensifkan.
“Langkah ini diambil untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta kelancaran arus kendaraan,” tegas Nanang.
Kapolda beserta jajaran juga melakukan peninjauan ke sejumlah destinasi favorit yang menjadi pusat keramaian, seperti Jatim Park 2, Museum Angkut, dan Jatim Park 3. Lokasi-lokasi tersebut menjadi perhatian khusus karena merupakan magnet utama wisatawan.
“Kami ingin memastikan kesiapan pengamanan di lapangan, termasuk pengaturan arus lalu lintas dan koordinasi dengan pengelola wisata,” jelasnya.
Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk terus mematuhi aturan lalu lintas, menjaga ketertiban, serta bersikap toleran dalam beraktivitas.
“Di samping upaya aparat, peran serta masyarakat dinilai sangat krusial. Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan menjadi pondasi utama terciptanya situasi yang kondusif,” tandasnya.
Dengan pengamanan yang diperkuat secara adaptif pasca-operasi besar, diharapkan geliat pariwisata Kota Batu dapat terus berlangsung dengan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh pihak, terutama di sisa periode libur panjang yang masih berlangsung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....