Kampung Kayutangan Heritage Gratiskan Tiket saat Lebaran
- 24 Mar 2026 09:57 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Momentum libur Lebaran dimanfaatkan Kampung Kayutangan Heritage untuk memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Selama periode 1 hingga 5 Syawal, kawasan wisata berbasis kampung tematik ini menggratiskan tiket masuk bagi pengunjung.
Ketua Pokdarwis Kampung Kayutangan Heritage, Mila Kurniawati mengatakanc kebijakan tersebut telah menjadi tradisi setiap tahun. Selain untuk menarik wisatawan, langkah ini juga sebagai bentuk penghormatan kepada warga yang merayakan Hari Raya Idulfitri.
“Selama lima hari Lebaran, kami memang membebaskan tiket masuk. Karena pengelola juga warga, jadi ini momen untuk silaturahmi. Konsepnya lebih seperti open house, pengunjung bisa bebas datang dan menikmati suasana kampung heritage,” ujar Mila, Selasa (24/3/2026).
Ia menjelaskan, periode Lebaran biasanya menjadi puncak kunjungan wisatawan, terutama mulai H+2. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, lonjakan pengunjung terjadi signifikan, bahkan bisa menyamai momen libur Natal dan Tahun Baru.
“Kalau melihat tren sebelumnya, kunjungan saat Lebaran bisa mencapai 2.000 hingga 3.000 orang per hari, tidak hanya saat akhir pekan, tapi juga hari biasa di masa libur,” jelasnya.
Pengelola tetap mengantisipasi potensi lonjakan wisatawan, terutama dari sisi keamanan dan kenyamanan. Mila menyebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan linmas serta aparat setempat, sekaligus memanfaatkan CCTV di beberapa titik untuk meminimalisir potensi gangguan keamanan.
“Kami juga mengimbau pengunjung agar tetap waspada, terutama di titik-titik ramai seperti area kuliner yang biasanya antre. Jangan sampai lengah saat berfoto atau meninggalkan barang,” tambahnya.
Selain itu, aspek kebersihan juga menjadi perhatian. Pengelola bersama warga rutin menjaga lingkungan dengan menyediakan titik-titik tempat sampah serta meningkatkan kesadaran pengunjung.
Menariknya, suasana Lebaran di Kayutangan juga dilengkapi dengan sajian khas seperti kue kering yang disediakan di beberapa titik, sehingga memperkuat nuansa silaturahmi layaknya berkunjung ke rumah warga.
“Konsepnya memang seperti berkunjung ke rumah-rumah warga. Tidak hanya keluarga, tapi pengunjung umum juga bisa ikut merasakan suasana Lebaran di sini,” ungkap Mila.
Ke depan, Kampung Kayutangan Heritage juga tengah menyiapkan agenda lanjutan pada awal April, bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kota Malang. Sejumlah event, termasuk parade khas Kayutangan yang digelar dengan melibatkan berbagai pihak.
Dengan konsep wisata berbasis budaya dan kebersamaan, Kampung Kayutangan Heritage nyatanya tetap menjadi salah satu destinasi favorit selama libur lebaran di Kota Malang.
Ketua Pokdarwis Kampung Kayutangan Heritage, Mila Kurniawati mengatakanc kebijakan tersebut telah menjadi tradisi setiap tahun. Selain untuk menarik wisatawan, langkah ini juga sebagai bentuk penghormatan kepada warga yang merayakan Hari Raya Idulfitri.
“Selama lima hari Lebaran, kami memang membebaskan tiket masuk. Karena pengelola juga warga, jadi ini momen untuk silaturahmi. Konsepnya lebih seperti open house, pengunjung bisa bebas datang dan menikmati suasana kampung heritage,” ujar Mila, Selasa (24/3/2026).
Ia menjelaskan, periode Lebaran biasanya menjadi puncak kunjungan wisatawan, terutama mulai H+2. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, lonjakan pengunjung terjadi signifikan, bahkan bisa menyamai momen libur Natal dan Tahun Baru.
“Kalau melihat tren sebelumnya, kunjungan saat Lebaran bisa mencapai 2.000 hingga 3.000 orang per hari, tidak hanya saat akhir pekan, tapi juga hari biasa di masa libur,” jelasnya.
Pengelola tetap mengantisipasi potensi lonjakan wisatawan, terutama dari sisi keamanan dan kenyamanan. Mila menyebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan linmas serta aparat setempat, sekaligus memanfaatkan CCTV di beberapa titik untuk meminimalisir potensi gangguan keamanan.
“Kami juga mengimbau pengunjung agar tetap waspada, terutama di titik-titik ramai seperti area kuliner yang biasanya antre. Jangan sampai lengah saat berfoto atau meninggalkan barang,” tambahnya.
Selain itu, aspek kebersihan juga menjadi perhatian. Pengelola bersama warga rutin menjaga lingkungan dengan menyediakan titik-titik tempat sampah serta meningkatkan kesadaran pengunjung.
Menariknya, suasana Lebaran di Kayutangan juga dilengkapi dengan sajian khas seperti kue kering yang disediakan di beberapa titik, sehingga memperkuat nuansa silaturahmi layaknya berkunjung ke rumah warga.
“Konsepnya memang seperti berkunjung ke rumah-rumah warga. Tidak hanya keluarga, tapi pengunjung umum juga bisa ikut merasakan suasana Lebaran di sini,” ungkap Mila.
Ke depan, Kampung Kayutangan Heritage juga tengah menyiapkan agenda lanjutan pada awal April, bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kota Malang. Sejumlah event, termasuk parade khas Kayutangan yang digelar dengan melibatkan berbagai pihak.
Dengan konsep wisata berbasis budaya dan kebersamaan, Kampung Kayutangan Heritage nyatanya tetap menjadi salah satu destinasi favorit selama libur lebaran di Kota Malang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....