Turun, Pengunjung Pantai Balekambang Malang Hanya 58.000 di Libur Lebaran

  • 03 Mei 2023 12:33 WIB
  •  Malang
KBRN, Malang : Jumlah pengunjung obyek wisata Pantai Balekambang di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang selama libur lebaran 2023 mencapai 58000 orang.

Plt Direktur Utama Perumda Jasa Yasa, Husnul Hakim Syadad mengatakan, jumlah pengunjung obyek wisata Pantai Balekambang itu jauh dari yang ditargetkan.

"Ada penurunan jumlah pengunjung. Target kami sebenarnya untuk 7 hari sejak Idul Fitri yakni 100 ribu pengunjung. Tapi hingga kemarin dan hari ini, masih diangkat 58 ribu sampai 60 ribuan lah," kata Husnul, Rabu (3/5/2023).

Ia mengaku, terjadi penurunan jumlah pengunjung hingga mencapai 20 persen. Penyebabnya sejumlah faktor, di antaranya akses jalan menuju wisata Pantai Balekambang dan sejumlah wisata Pantai Malang Selatan lainnya, kondisinya rusak.

"Jumlah pengunjung turun ini ada beberapa faktor ya, pertama banyaknya tempat wisata saat ini, termasuk wisata pantai juga di Jawa Timur. Kedua, ya karena jalan menuju Pantai Balekambang ini banyak yang rusak. Sehingga wisatawan enggan datang," ujarnya.

Terjadinya penurunan pengunjung itu, juga dialami beberapa wisata pantai yang masih satu garis dengan Pantai Balekambang. Rata-rata terjadi penurunan jumlah wisatawan.

Ia membeberkan, mayoritas pengunjung Pantai Balekambang selain dari masyarakat lokal, juga berasal dari luar kota seperti Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan dan Blitar.

"Kami sempat bertemu dengan seluruh pengelola pantai wisata di Kabupaten Malang. Mereka juga mengeluhkan sepinya jumlah pengunjung karena faktor jalan menuju pantai, rusak dan sulit dilalui kendaraan," tegasnya.

"Dari pertemuan dengan pengelola wisata Pantai dengan Bupati Malang beberapa waktu lalu, kami sudah memohon agar jalan menuju pantai selatan Kabupaten Malang, untuk diperbaiki," sambungnya.

Tetapi, karena job desk pengerjaannya masuk program nasional, melalui lobi-lobi akhirnya dibantu menutup jalan rusak menggunakan pasir dan batu.

Ia menambahkan, saat bulan puasa kemarin, pihaknya terpaksa harus kerja bhakti, menutup jalan yang rusak menggunakan sirtu dan batu kapur bantuan dari Pemkab Malang.

"Namun karena intensitas hujan tinggi, ya hancur lagi terbawa air hujan, " ucap Husnul mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....