Kemenpar Perkuat Pasar Asia dan Oceania untuk Dongkrak Kunjungan Wisman

  • 12 Mar 2026 13:16 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berupaya memperkuat pasar di kawasan Asia dan Oceania untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Langkah ini dilakukan di tengah situasi global yang dinilai masih belum menentu.

Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Puspa mengatakan, Indonesia justru memiliki peluang besar karena dinilai sebagai salah satu negara yang aman untuk dikunjungi wisatawan.

“Di tengah situasi yang tidak menentu saat ini, kita diuntungkan karena Indonesia disebut sebagai one of the safest country. Ini menjadi peluang yang harus kita jadikan sebagai kekuatan,” kata Ni Luh saat ditemui di sela kunjungannya di Universitas Brawijaya, Kamis (12/3/2026).

Ia menjelaskan, Menteri Pariwisata telah mengarahkan seluruh jajaran Kemenpar untuk melakukan pergeseran strategi pasar wisata dengan memperkuat potensi pasar di kawasan Asia serta negara-negara di Oceania, termasuk Australia.

“Penguatan pasar tersebut juga mempertimbangkan kondisi konektivitas penerbangan internasional, terutama dari negara-negara yang tidak terdampak jalur penerbangan melalui Timur Tengah,” ujarnya.

“Saat ini konektivitas kita cukup well connected. Jika dilihat dari hub penerbangan, sekitar 27 persen masih melalui Malaysia, kemudian 18 persen melalui Singapura. Sisanya dari negara-negara Asia, sementara Timur Tengah sekitar 11 persen,” imbuhnya.

Karena itu, pasar dari Timur Tengah yang porsinya sekitar 11 persen tersebut akan disubstitusi dengan meningkatkan promosi dan penetrasi pasar di kawasan Asia.

“Artinya kita harus mengejar pasar-pasar yang ada di Asia dan memperkuat pasar yang sudah ada,” tegasnya.

Berdasarkan data kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2025, Indonesia masih didominasi oleh wisatawan dari kawasan Asia dan Australia. Malaysia menjadi negara penyumbang wisatawan terbesar, disusul Australia, China, India, Korea Selatan, serta Taiwan.

“Pertumbuhan dari India cukup bagus, kemudian Korea Selatan juga baik. Artinya pasar kita memang masih didominasi oleh negara-negara Asia,” jelasnya.

Ni Luh Puspa menilai kondisi tersebut membuat sektor pariwisata Indonesia relatif stabil karena memiliki basis pasar yang kuat di kawasan regional. Hal serupa juga terlihat di Jawa Timur. Kunjungan wisatawan mancanegara ke provinsi tersebut masih didominasi oleh wisatawan dari negara-negara ASEAN, dengan Malaysia sebagai penyumbang terbesar.

“Kalau kita bicara konteks Jawa Timur juga sama. Kekuatannya masih dipegang oleh Malaysia. Artinya negara-negara ASEAN masih mendominasi kunjungan wisman ke Jawa Timur,” pungkasnya.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....