Museum Angkut Perkenalkan Wahana Simulasi Balap Formula 1
- 28 Jan 2026 07:59 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Batu - Museum Angkut memperkenalkan wahana simulasi balap Formula 1 (F1) yang memungkinkan pengunjung merasakan pengalaman berkendara di lintasan Pertamina Mandalika International Circuit. Wahana ini menjadi bagian dari pembaruan F1 Area Museum Angkut yang dikembangkan untuk menghadirkan simulasi balap berbasis teknologi digital.
“Pengembangan wahana tersebut dilakukan seiring meningkatnya minat publik terhadap olahraga balap, khususnya Formula 1, yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial,” kata Pengembang F1 Area Museum Angkut, Glenn Sumendap, Selasa (27/1/2026).
Menurutnya, Museum Angkut menyesuaikan konsep pameran interaktifnya dengan tren tersebut melalui penambahan fasilitas simulasi. F1 Area sendiri telah diperkenalkan sejak 2016 dan menjadi salah satu zona tematik di Museum Angkut. Pada 2026, area ini diperbarui dengan menghadirkan simulasi balap yang dirancang lebih mendekati kondisi lintasan balap sesungguhnya, baik dari sisi visual, kendali, maupun suasana berkendara.
“Simulator F1 yang memungkinkan pengunjung mencoba simulasi balap selama 10 menit dengan tambahan biaya di luar tiket masuk museum. Simulator ini menggunakan perangkat kemudi dan visual multi-layar untuk merepresentasikan pengalaman balap secara virtual,” ujarnya.
Selain simulator F1, F1 Area Museum Angkut juga menyediakan Karting Simulator Kids yang ditujukan bagi pengunjung anak-anak dengan batas tinggi badan tertentu.
“Wahana ini menghadirkan simulasi balap gokart dalam durasi singkat dengan lintasan visual bergaya sirkuit balap,” ucap Glenn.
Wahana lain yang tersedia adalah Ferrari Training Device GT 488 dengan simulasi lintasan Pertamina Mandalika International Circuit. Simulator ini dirancang menyerupai mobil balap GT dan dilengkapi perangkat keselamatan serta sistem kendali yang umum digunakan dalam simulasi balap profesional.
Seluruh simulator di F1 Area disusun secara berjenjang, mulai dari simulasi karting, balap GT, hingga Formula 1. Konsep tersebut dimaksudkan untuk memberikan pengalaman bertahap bagi pengunjung dengan latar belakang dan tingkat pemahaman berbeda terhadap dunia balap.
“Setiap wahana juga didampingi pemandu untuk membantu pengunjung selama simulasi,” kata dia.
Ia juga menjelaskan bahwa simulator ini disiapkan sebagai sarana penyaluran minat terhadap dunia balap dalam bentuk yang aman dan terkontrol.
“Melalui simulator, pengunjung dapat merasakan pengalaman berkendara balap tanpa risiko, sekaligus memahami karakter kendaraan dan lintasan,” ujarnya.
Beberapa pengunjung menilai wahana simulasi tersebut memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan permainan balap konvensional. Tristan, pengunjung asal Purwokerto, mengaku merasakan sensasi berkendara yang lebih realistis dibandingkan gim balap pada umumnya.
Pengembangan F1 Area ini melengkapi konsep Museum Angkut sebagai ruang edukasi transportasi dan otomotif yang dikemas dalam bentuk pameran interaktif dan hiburan berbasis teknologi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....