Museum Tengger Diresmikan, Siapkan Personel Sambut Wisatawan
- 26 Jan 2026 16:00 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Probolinggo – Pasca diresmikannya Museum Tengger di kawasan kaki Gunung Bromo, Pemerintah Kabupaten Probolinggo menyiapkan personel khusus untuk menyambut wisatawan yang akan melakukan kunjungan edukasi terkait budaya dan kehidupan masyarakat Suku Tengger.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdaya) Kabupaten Probolinggo, Hery Tjahjono, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sumber daya manusia untuk mendukung operasional Museum Tengger, khususnya dalam memberikan edukasi kepada pengunjung.
Menurut Hery, pengelolaan museum tidak cukup hanya dengan pembangunan fisik, tetapi juga membutuhkan upaya berkelanjutan agar museum benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan wisatawan.
| Baca juga: Ribuan Wisatawan Padati Bromo H+5 Lebaran |
“Kami sudah menyiapkan personel untuk menyambut wisatawan yang ingin belajar tentang Tengger. Ke depan kami juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Kebudayaan, siapa tahu ada tambahan tenaga yang bisa membantu mengawal museum ini. Mendirikan museum itu relatif mudah, tetapi mengelola dan menjadikannya bermanfaat perlu usaha yang lebih besar,” ujarnya, Senin (26/1/2026).
Hery menambahkan, pihaknya tidak hanya berkolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan, tetapi juga akan bersinergi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lain, salah satunya Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kabupaten Probolinggo.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkaya pengalaman wisatawan yang berkunjung ke kawasan Bromo, tidak hanya menikmati keindahan alam seperti matahari terbit, tetapi juga memahami nilai kebersamaan, budaya, dan tradisi masyarakat Suku Tengger melalui Museum Tengger.
Sementara itu, Kepala Dispopar Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi, menyatakan pihaknya mendukung penuh keberadaan Museum Tengger sebagai bagian dari penguatan wisata budaya daerah.
“Dispopar akan membantu promosi Museum Tengger, salah satunya melalui pembuatan brosur dan pengenalan kepada pelaku wisata, termasuk dari luar daerah Probolinggo,” katanya.
Dengan dukungan lintas sektor tersebut, Museum Tengger diharapkan menjadi destinasi wisata edukasi sekaligus pusat pelestarian budaya yang memperkuat identitas Kabupaten Probolinggo.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....