Sumber Jenon-Gunung Ronggo Pungkasi Explore 2025 JWM

  • 22 Des 2025 10:13 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang: Kecamatan Tajinan mendapat kehormatan dari Jogging Wisata Malang (JWM). Dua spot tujuan wisata, Sumber Jenon dan Gunung Ronggo, memungkasi kegiatan explore komunitas lari itu selama 2025.

Dari 41 kecamatan se-Malang Raya (33 kecamatan se-Kabupaten Malang, 5 kecamatan se-Kota Malang, dan 3 kecamatan se-Kota Batu), Sumber Jenon dan Gunung Ronggo di Desa Gunungronggo Tajinan menjadi lokasi ratusan peserta berlari edisi penutup tahun ini.

Lebih dari 150 orang berlari diselingi jalan santai, Minggu (21/12/2025) mulai pukul 06.30 WIB. Beberapa di antara peserta keluarga bahkan mengajak bocilnya. Sehingga terlihat ramah anak.

Rute menanjak di beberapa titik hampir tak terasa saat menempuh jarak hampir 7 kilometer pergi-pulang (PP). Mulai jalanan cor Sumber Jenon, aspal, paving, hingga jalan tanah.

Beberapa titik jalan longsor bukan penghalang buat pelari. Kesigapan warga setempat membersihkan jalan dari tanah longsor membuat rute tetap dapat dilalui.

Di rute menanjak tersebut, suasananya terasa adem. Serasa berlari di tengah kebun yang teduh berkat banyaknya pohon maupun tanaman hijau yang menyejukkan mata.

Rasa lelah pun terbayar mendekati puncak. Indahnya pemandangan Malang Raya terlihat dari Gunung Ronggo di ketinggian 682 meter di atas permukaan laut.

Dalam suasana cuaca cerah diwarnai sedikit awan, di sisi timur terlihat Pegunungan Bromo Tengger Semeru. Di belahan utara terlihat Gunung Arjuno dan samar-sama Gunung Welirang.

Pemandangan sama di sebelah barat terlihat gugusan Gunung Kawi-Panderman. Perjalanan turun dari Puncak Gunung Ronggo balik ke Wisata Alam Sumber Jenon pun terasa lebih ringan.

Sampai finish pelari disambut tempat yang menggoda untuk segera terjun berenang. Wisata sumber dikemas berupa pemandian alami maupun kolam renang anak (pemandian buatan).

"Santai tapi sampai, Finish pasti wareg (kenyang, Red)," sebagaimana caption salah seorang peserta Explore JWM dikutip RRI Malang dalam postingan Instagram @muhammadmarfi.

Setelah finish seluruh pelari memperoleh banyak refreshment. Selain air mineral, isotonik, buah potong segar, dan snack roti, disediakan juga minuman jeruk manis dan kopi hangat.

Peserta tertib mengantri sarapan makan berat. Di sela-sela menikmati suguhan ini, hiburan karaoke dan pengundian doorprize membuat suasana di Sumber Jenon terlihat riuh.

Even lari eksplore menurut Kapten JWM Rudianto didesain berlari santai. Bukan adu cepat sampai garis finish. Ini sebagaimana motto #Run for Tourism, berlari sembari wisata,

Sejak eksis 7 Agustus 2022, eksplor JWM ke Tajinan merupakan yang perdana. Lari Sumber Jenon-Gunung Ronggo menjadi edisi ke-12 selama setahun selama 2025.

Adapun 11 spot sebelumnya selama tahun ini dibuka mulai Januari di Camp Bendungan Karangkates, Sumberpucung. Berikutnya pada Februari di Tanaka Waterfall, Wonosari.

Selanjutnya pada Mei langsung dua event. Masing-masing Trail Hari Raya ke Pondok Banteng, Ampelgading dan Modangan Fun Trail Run, Donomulyo.

Setelah itu, lintas antarkota dalam provinsi di Bukit Jengkoang, Bumiaji, Kota Batu saat Juni dan Bukit Premium, Tosari, Pasuruan pada Julinya. Memperingati HUT ke-3 JWM setiap Agustus di Sumber Umbulan-Pamotan, Dampit.

September kemudian, tour tiga sumber air alami Sumber Taman-Sumber Jeruk-Sumber Maron, Pagelaran. Pada Oktober ke Pantai Tanjung Penyu, Sumbermanjing Wetan. Sedangkan November jogging religi dan budaya ke Pesarean Gunung Kawi, Wonosari.

Dua pekan sebelum dipungkasi ke Sumber Jenon-Gunung Ronggo, JWM berkolaborasi dengan komunitas jalan sehat Nawak Uklam kembali sambangi Umbulan-Pamotan, Dampit.

Sebagaimana dikutip dari matic.malangkab.go.id, Sumber Jenon dikenal memiliki berbagai keunikan terkait tokoh legendaris penakluk hutan Gunungronggo sekaligus pendiri desa, Mbah Irogati.

Masyarakat percaya bahwa Mbah Irogati menciptakan kubangan besar dalam semalam. Itu sebagai wadah untuk aliran mata air. Dalam pertapaannya memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa diberikan sumber mata air yang tidak pernah kering hingga anak cucu sekarang.

Fenomena menarik di Sumber Jenon adalah munculnya tiga jenis air berbeda pada hari-hari tertentu. Tempat ini juga dipercaya memiliki kekuatan penyembuhan. Di dalamnya terdapat ikan langka yang disebut ikan sengkaring yang ada sejak ratusan tahun lalu.

Ikan itu dapat tumbuh mencapai ukuran 50 hingga 170 sentimeter. Meskipun sering dipancing, jumlah ikan ini dianggap tetap stabil. Desa Gunungronggo juga mempertahankan tradisi ritual nyadran.

Upacara Bersih Desa yang dilaksanakan turun temurun, jauh sebelum pengaruh Islam masuk Jawa. Mitos-mitos ini terus dipercaya oleh masyarakat setempat hingga kini. Sehingga menambah daya tarik mistis dari Sumber Jenon dan Gunung Ronggo. (Nana)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....