BB TNBTS Batasi Kuota demi Daya Dukung
- 18 Des 2025 14:21 WIB
- Malang
KBRN, Malang: Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) menerapkan pengaturan kuota pengunjung berbasis daya dukung kawasan, terutama pada jam-jam favorit wisatawan. Kebijakan ini dilakukan untuk mencegah penumpukan massa dan menjaga keselamatan serta kelestarian kawasan.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS), Rudijanta Tjahja Nugraha dalam sosialisasi di Aula BB TNBTS mengatakan, titik paling krusial berada pada waktu menjelang matahari terbit. Pada periode tersebut, jumlah pengunjung dibatasi sekitar 4.000 orang.
“Itu disesuaikan dengan daya dukung kawasan saat sunrise,” kata Rudijanta, Kamis (18/12/2025),
Setelah pukul 07.00 WIB, BB TNBTS membuka peluang penambahan kuota pengunjung. Menurut Rudijanta, wisatawan biasanya mulai menyebar ke area savana dan spot lain sehingga risiko kepadatan berkurang.
“Kalau sudah lewat jam tujuh, pengunjung tidak lagi terpusat di satu titik,” ujarnya.
Secara total, jumlah pengunjung pada siang hari bisa mencapai sekitar 8.000 orang. Namun, pengelola menegaskan bahwa angka tersebut tetap berada dalam batas pengawasan dan pengendalian petugas di lapangan.
Kebijakan pengaturan ini merupakan hasil evaluasi dari pengelolaan wisata pada tahun sebelumnya. BB TNBTS menilai pola pembatasan berbasis waktu kunjungan lebih efektif dibanding pembatasan harian semata.
Untuk mendukung kebijakan tersebut, BB TNBTS memperkuat koordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait, khususnya dalam pengaturan lalu lintas dan arus kendaraan menuju kawasan wisata.
BB TNBTS berharap pendekatan ini dapat menyeimbangkan kepentingan wisata dan konservasi tanpa harus melakukan penutupan kawasan secara berlebihan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....