Sisa 30, Kalender Wisata Kota Batu 2026 Dipangkas
- 08 Des 2025 13:14 WIB
- Malang
KBRN, Batu : Semarak agenda wisata di Kota Batu pada tahun 2026 dipastikan tidak akan sepadat tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah Kota Batu harus mengambil langkah strategis dengan merampingkan Kalender Wisata 2026 akibat adanya kebijakan efisiensi anggaran, yang dipicu oleh berkurangnya dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat maupun provinsi.
Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, Onny Ardianto, mengonfirmasi pemangkasan drastis tersebut. Jika pada tahun 2024 Kota Batu masih mampu menggelar 71 event, dan tahun 2025 terdapat 66 event, maka untuk tahun 2026 jumlahnya menyusut signifikan hingga tersisa separuhnya, yakni 30 agenda saja.
Menurut Onny, pengurangan kuantitas ini memaksa pihaknya untuk lebih selektif dalam melakukan kurasi.
"Acara yang dipertahankan hanyalah yang memiliki dampak ekonomi nyata serta terbukti mampu menjadi traffic generator atau penarik arus wisatawan dalam jumlah besar," ujarnya, Senin (8/12/2025).
Meskipun jumlahnya berkurang, Disparta memastikan bahwa event-event ikonik yang menjadi ciri khas Kota Batu tetap akan digelar untuk memanjakan wisatawan.
Sepanjang tahun 2026, wisatawan masih dapat menikmati gelaran budaya dan alam yang populer seperti Batu Art Flower Festival di bulan Oktober, Shining Orchid Week, hingga Batu Culture Festival pada bulan Juli.
Bagi penggemar kuliner, festival legendaris seperti Batu Street Food Festival dan Festival Sego Empok juga dipastikan aman dan tetap masuk dalam daftar prioritas penyelenggaraan.
Selain wisata budaya dan kuliner, agenda sport tourism berskala internasional juga tetap dipertahankan sebagai daya tarik utama. Beberapa di antaranya adalah Panderman Gravity Park Downhill yang dijadwalkan pada pertengahan Mei, serta Batu International Sport Tourism Festival yang menyajikan kompetisi paralayang pada bulan Juli.
Tak ketinggalan, nuansa tradisi juga akan tetap hidup melalui gelaran Festival Padang Bulan yang akan dilaksanakan secara berkala di beberapa bulan tertentu, memastikan ritme kunjungan wisata di Kota Batu tetap terjaga meski dengan anggaran yang lebih efisien.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....