Kunjungan Wisata Kota Batu 2025 Baru 5 Juta

  • 04 Des 2025 05:47 WIB
  •  Malang

KBRN, Batu : Hingga akhir November 2025, tingkat kunjungan wisata di Kota Batu tercatat sekitar 5 juta wisatawan. Angka ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, Ony Ardianto, yang menegaskan bahwa data tersebut masih bersifat sementara karena proses pelaporan baru mencapai 75 persen.

Ony menyebut data yang sudah masuk mayoritas berasal dari akomodasi pariwisata dan destinasi besar yang memiliki sistem pencatatan rutin. Sementara itu, sejumlah sektor lain belum menyerahkan angka kunjungan.

“Angka 5 juta kunjungan itu sementara. Kami baru menerima sekitar 75 persen data, terutama dari akomodasi dan destinasi,” jelas Ony di Singhasari Resort Hotel Kota Batu, Rabu (3/12/2025).

Data dari beberapa komponen industri pariwisata masih kosong atau belum lengkap. Antara lain, usaha rekreasi skala kecil, seperti wahana swasta, petik buah, taman edukasi, dan desa wisata.

Lalu, restoran, kafe, dan pusat kuliner yang tidak memiliki sistem pencatatan lalu lintas pengunjung. Kemudian, transportasi wisata, seperti shuttle pariwisata dan biro perjalanan kecil. Serta, event musiman dan atraksi komunitas yang berlangsung sepanjang 2025.

Ketiadaan data terstruktur dari sektor-sektor ini membuat gambaran total kunjungan 2025 belum dapat ditarik secara akurat.

Disparta menilai periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 berpotensi menjadi momentum lonjakan wisatawan. Secara historis, Nataru selalu membawa kenaikan signifikan, terutama untuk kota destinasi keluarga seperti Batu.

Tahun ini, pulihnya minat wisata domestik setelah penurunan awal 2025 juga digadang-gadang bisa mendongkrak statistik pengunjung.

Potensi lonjakan ini juga menjadi penentu apakah total kunjungan 2025 bisa mendekati tren normal atau tetap jauh di bawah capaian sebelumnya.

"Tahun 2024, kunjungan wisata di Kota Batu mencapai 10 juta," tambah Ony.

Dengan capaian sementara 5 juta, bahkan jika terjadi lonjakan besar saat Nataru, kesenjangan tetap cukup lebar. Data lengkap diperlukan sebelum menarik kesimpulan apakah ini mencerminkan penurunan riil atau hanya akibat keterlambatan pelaporan yang lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....