Tiris–Krucil, Pusat Magnet Wisata Baru di Probolinggo
- 17 Nov 2025 01:47 WIB
- Malang
KBRN, Probolinggo : Rangkaian The Seven Lakes Festival Probolinggo Paradise 2025 resmi ditutup pada Minggu (16/11/2025) sore.
Setelah berlangsung selama tujuh hari, kawasan Tiris dan Krucil yang menjadi pusat kegiatan kembali menegaskan diri sebagai ruang estetik wisata alam dan budaya di Kabupaten Probolinggo.
Meski hujan sempat mengguyur lokasi, antusiasme peserta dan pengunjung tidak surut. Mereka tetap bertahan hingga seluruh proses pengundian rampung.
Selama sepekan, festival dengan tema “Menelusuri Jejak Dewi Rengganis, Merayakan Alam Probolinggo” menghadirkan berbagai aktivitas di titik-titik ikonik Tiris dan Krucil.
Pembukaan di Ranu Segaran menjadi pusat perhatian dengan penampilan drumband Gita Wibawa Praja, prosesi penyatuan tujuh mata air, Seven Lakes Fashion Festival Harmony of Nature, hingga sendratari klasik Amuksaning Rengganis. Hyang Argopuro Coffee Festival juga turut menarik penikmat kopi dan UMKM lokal.
Rangkaian budaya seperti tradisi petik ranu, larung sesaji, pentas musik okkol, fotografi alam, hingga hiburan gethek dan tebar jala ikut memperkaya konten festival. Di sisi lain, kegiatan sport tourism seperti off road 4×4, hiking, lomba memancing, MTB Enduro, arung jeram sprint race, serta Kejurprov Arung Jeram 2025, mampu menarik peserta dari berbagai daerah.
Lomba dayung perahu naga di Ranu Segaran bahkan menyedot ribuan penonton.
Pawai budaya Dewi Rengganis Carnival menjadi salah satu ikon baru tahun ini. Para seniman menghadirkan interpretasi visual mengenai sosok Dewi Rengganis yang terkait erat dengan sejarah kawasan Argopuro.
Kontes domba dan kambing PE Kaligesing Probolinggo SAE serta sejumlah lomba seperti fight club in the jungle, nyunggi susu, adventure race 2025, open trail run Probolinggo SAE, hingga agenda puncak Proboventure semakin memperluas segmen peserta.
Sekda Ugas Irwanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan festival. Ia menilai keberlanjutan event ini menjadi modal penting dalam membangun kawasan wisata terpadu Tiris–Krucil.
“Alhamdulillah kegiatan puncak di Rest Area Betek ini berjalan meriah. Peserta dan penontonnya luar biasa banyak. InsyaAllah festival ini akan menjadi agenda tahunan,” ujarnya.
Ugas menambahkan, keberadaan festival memberikan dampak sosial-ekonomi yang signifikan bagi UMKM, pegiat seni, dan komunitas pecinta alam. “Terima kasih kepada semua pihak, sponsor, dan masyarakat. Semoga apa yang dilakukan menjadi amal jariyah bagi kita semua,” tuturnya.
Pemkab Probolinggo berharap energi positif dari gelaran tahun ini bisa mendorong tumbuhnya event-event lanjutan yang memperkuat branding daerah.
“Festival ini membuktikan bahwa Kabupaten Probolinggo memiliki potensi wisata alam, budaya, dan petualangan yang kuat serta kompetitif,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....