Syahdunya Sunset Run JWM Explore Pantai Tanjung Penyu
- 28 Okt 2025 05:25 WIB
- Malang
KBRN, Malang: Kegiatan rutin explore daerah tujuan wisata Oktober 2025 oleh komunitas Jogging Wisata Malang terasa beda. Aktivitas jogging sore yang perdana bagi JWM bertema Sunset Run.
Berlari santai sesekali berjalan saat rute menanjak berlangsung Minggu (26/10/2025). Berlokasi di seputaran Pantai Tanjung Penyu, suasana pesisir selatan menjelang petang itu pun terasa syahdu.
Pantai yang berlokasi di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Kabupaten Malang itu beberapa waktu belakangan diklaim FYP di Tiktok maupun Instagram.
Selain menyaksikan matahari menjelang tenggelam di ufuk barat, sekitar 50-an peserta Sunset Run & Explore Tanjung Penyu disuguhi pemandangan alam khas Jalur Lintas Selatan (JLS) Kabupaten Malang.
Yang ikonik berupa Jembatan Bajulmati, konstruksi jembatan lengkung di bawah Tebing Bajulmati. Jalan menuju Tanjung Penyu pun berkelak-kelok menanjak dan menurun mengikuti kontur perbukitan.
Deretan pantai berpasir putih terlihat dari beberapa bukit hijau. Pantai Tanjung Pentu diapit dua pantai di sampingnya. Masing-masing Pantai Ungapan di sisi kiri atau barat laut dan Pantai Watu Leter di sisi kanan atau tenggaranya.
Cuaca di Tanjung Penyu pada sore akhir pekan pemungkas Oktober itu relatif bersahabat. Berawan cerah saat mengawali lari sejauh hampir 5 kilometer mulai sekitar pukul 15.20 WIB.
"Explore ini melengkapi edisi run for tourism Jogging Wisata Malang (JWM) sebelumnya," seru kapten JWM Rudianto yang memiliki moto berlari santai tapi sampai tersebut.
Komunitas yang dia organisir sejak 7 Agustus 2022 bersama dua pelari, Mohamad Arifin dan Mursidi, selama 2025 sudah mengunjungi berbagai lokasi wisata di Malang Raya dan sekitarnya pada Sabtu atau Minggu setiap bulannya.
Antara lain, Camp Bendungan Karangkates (25 Januari) dan Tanaka Waterfall Wonosari (16 Februari). Kemudian, halal bi halal dengan Trail Hari Raya ke Pondok Banteng, Ampelgading (12 April).
Selanjutnya, berkolaborasi dengan Pemerintahan Kecamatan Donomulyo menghelat Modangan Fun Trail Run (18 Mei). Bulan berikutnya, ke Bukit Jengkoang, Bumiaji, Kota Batu (21 Juni), dan Bukit Premium, Pasuruan (14 Juli).
Sedangkan dua eksplore sebelumnya, masing-masing saat HUT ke-3 JWM di Sumber Umbulan-Pamotan, Dampit (3 Agustus) dan Sumber to Sumber Pagelaran (20 September di Sumber Taman, Sumber Jeruk, dan Sumber Maron).
"Nikmati keindahan kawasan wisata Pantai Tanjung Penyu yang menawan," ajak Azmi Mousavi, salah seorang pendidik dan kreator digital sekaligus penggiat JWM.
Dalam lari menjelang matahari terbenam itu, peserta dipandu salah seorang pendiri JWM Mursidi asal Gedangan, tetangga Kecamatan Sumawe.
Setelah pemanasan di dekat both Pusat Informasi Tanjung Penyu Beach sekitar tenggara mushola camp barat, mereka mengarah ke camping ground camp timur.
Setelah foto bareng dengan latar belakang Pulau Kletek dan Samudra Hindia, rute lari mengarah ke jalur pintu keluar mobil di seberang barat Jalan Pantai Watu Leter.
Setelah melewati jalanan pasir, tanah, batu kapur, dan paving, peserta berada di ruas JLS perbatasan Sumawe-Gedangan. Selanjutnya belok kiri mengarah ke bawah tebing Bajulmati untuk pose bersama.
Tak ketinggalan berfoto masing-masing di Jembatan Bajulmati. Setelah itu memutar kembali ke akses masuk Tanjung Penyu mengarah ke tribun sunset di camp barat.
Setelah belok kanan dari pos masuk, suguhan rute menanjak menjadi salah satu menu eksplore kali itu. Tenaga yang terkuras kontan terbayar view apik saat mereka ke tribun sunset yang didesain menyerupai bangku ampiteater.
Dari tribun berlatar belakang Pulau Ungapan dan Samudra Hindia itu, pantulan cahaya matahari sore yang hendak terbenam di cakrawala menambah suasana hening menjelang petang semakin dinantikan banyak orang.
Dalam penantian menjelang waktu maghrib itu para finisher mendapat fasilitas lebih dari sekedar refreshment. Selain air mineral, isotonik, buah segar, dan roti dari para sponsor, mereka mendapat jamuan nasi lalapan sari laut ikan tuna bakar.
Sebagaimana RRI Malang kutip dalam postingan Instagram @rumahpantai_malang yang dikelola SMA Negeri 1 Sumawe, Pantai Tanjung Penyu hadir dengan keindahan dan kenyamanan menyerupai pantai-pantai Pulau Bali.
Asal usul nama pantai Tanjung Penyu identik dengan fenomena alam yang terjadi di kawasan wisata pantai. Istilah Tanjung memiliki arti tanah atau pegunungan yang menganjur ke laut.
Sedangkan istilah Penyu merujuk pada hewan penyu yang sering singgah ke daratan sekitar pantai. Kehadiran penyu tersebut disinyalir untuk meletakkan serta mengerami telur-telurnya.
Berangkat dari fenomena tersebut, pengelola memberikan nama pantai Tanjung Penyu. Pantai Tanjung Penyu tergolong pantai baru yang diresmikan pada 2024.
Meskipun pantai baru, namun kunjungan wisata di pantai ini relatif ramai, sehingga sempat menjadi panti favorit dan viral di kalangan masyarakat. Hal ini tidak terlepas dari konsep pantai yang menyerupai pantai-pantai di Bali.
Demi menampilkan suasana yang menyerupai pantai-pantai di Bali, pengelola melengkapi fasilitas pantai dengan gazebo yang tersebar di berbagi sudut pantai.
Pengelola juga menyewakan berbagai macam fasilitas seperti payung pantai, sofa angin, hingga papan selancar. Untuk menampilkan keunikan dan ciri khas pantai, pengelola menempatkan patung-patung penyu pada spot khusus.
Rudianto menambahkan, explore JWM selanjutnya diagendakan bergeser ke dataran tinggi. "Ada beberapa opsi di Pura Wonosari berupa religi run Pesarean Gunung Kawi maupun explore desa wisata," pungkasnya. (Na)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....