Tarik Wisatawan, Kampung Kayutangan Heritage Terus Berbenah
- 09 Mar 2023 09:41 WIB
- Malang
KBRN, Malang : Pemerintah Kota Malang kini gencar mempercantik kawasan sepanjang koridor Kayutangan Heritage sebagai salah satu destinasi andalan di kota pendidikan. Lalu bagaimana dengan nasib wisata di dalam kampung Kayutangan Heritage yang dikelola oleh warga lokal?
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kayutangan Heritage, Mila Kurniawati mengungkapkan, warga lokal saat ini terus berbenah agar kunjungan wisata ke dalam Kampung Kayutangan Heritage kembali meningkat.
"Upaya mempercantik di depan (koridor Kayutangan) dibiayai oleh pemerintah, sementara di dalam warga harus menyiapkan sendiri. Tetapi ini tidak membuat kita patah semangat," kata Mila kepada RRI, Kamis (9/3/2023).
Menurutnya, meski sama-sama memiliki kesan heritage, namun sajian wisata di koridor depan dengan yang di dalam kampung ini berbeda. Jika di depan identik dengan tempat nongkrong bernuansa heritage, namun di dalam kampung akan lebih menonjolkan warisan budaya dan rumah-rumah tempo dulu yang masih terawat dengan apik.
"Kita harus membranding lagi karena sajiannya berbeda. Saat ini saya masih berupaya menggali itu. Saya kolaborasi dengan LP2M UM jurusan sejarah untuk menggali kisah otentik sejarah di kampung ini. Misal situs makam Mbah Honggo yang ada di dalam kampung, saya bisa bercerita, tetapi akan lebih afdhol jika nanti yang bercerita adalah ahli sejarah. Jadi kisah ini akan kita masukkan dalam layanan wisata disini," ungkap Mila.
Selain itu, ia berencana menyajikan atraksi pada waktu-waktu tertentu, misal tarian khas Malang agar bisa dinikmati wisatawan.
"Tarian khas ini akan kita replika, serta menyusun paket wisata yang ada pemandunya. Ini mungkin bisa lebih menarik wisatawan," tuturnya.
Selain sajian wisata, pihaknya bersama warga juga melakukan penataan kelembagaan dan rencana bisnis. Selama ini, rencana bisnis hanya dilakukan secara spontanitas tidak tertulis. Ke depan semua rencana bisnis akan disusun rapi dalam rencana yang tertulis.
Saat ini, untuk masuk ke dalam Kampung Kayutangan Heritage, wisatawan cukup membayar tiket senilai Rp 5 ribu. Namun, tak jarang wisatawan yang akhirnya enggan masuk karena harus membayar.
"Wisatawan lebih memilih wisata di koridor yang tidak perlu bayar. Untuk itulah konsep wisata di dalam kampung akan semakin dikuatkan sebagai daya tarik wisatawan masuk ke kampung kami," katanya mengakhiri.
"Kalau dulu keinginan hanya dalam angan-angan. Makanya kita mulai merevisi itu, keinginan sesederhana apapun misalnya bangun pagar tetap harus tertulis semua secara detail. Misal butuh toilet, kita mengajukan bantuan CSR, kan juga tetap butuh data pengunjung berapa, modelnya seperti apa. Jadi kita belajar satu persatu," papar Mila.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....