Kampung Heritage Kayutangan Bersiap Hadapi Lonjakan Wisatawan

  • 20 Des 2024 13:15 WIB
  •  Malang
KBRN, Malang : Momen libur natal dan tahun yang juga bertepatan dengan libur sekolah membuat tingkat kunjungan di sejumlah destinasi wisata diprediksi meningkat. Di Kota Malang, Kampung Heritage Kayutangan menjadi salah satu destinasi wisata yang kini banyak diminati wisatawan. Untuk itu, pengelola wisata di tengah Kota Malang ini bersiap menghadapi lonjakan wisatawan.

Mila Kurniawati, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Heritage Kayutangan mengatakan, Kayutangan masuk lokus yang harus memberikan laporan harian kegiatan dan kunjungan wisata pada pemerintah mulai 14 Desember. Berkaca pada 3 bulan terakhir, kunjungan wisatawan di kampung tersebut cukup banyak mengalami lonjakan.

"Apalagi kalau long weekend tentunya banyak penambahan kunjungan. Meski cuaca musim hujan cukup berpengaruh, tetapi belum tentu wisatawan sepi. Sebab lama berkunjung di kayutangan cukup panjang mulai jam 7 pagi sampai jam 10 malam. Jadi wisatawan bisa memilih jam berkunjung saat tidak hujan," kata Mila, Jumat (20/12/2024).

Tak hanya di sepanjang koridor kayutangan, Mila menyebut bahwa kunjungan wisata saat ini juga banyak yang masuk ke dalam kampung. Sebab pilihan wisata di dalam kampung kini lebih bervariasi dan harganya lebih terjangkau.

"Wisatawan biasanya jujukan awal di sungai, kemudian baru berkeliling kulineran, jelajah ke rumah-rumah. Apalagi setiap sabtu dan minggu warga menggelar pasar krempyeng di dalam kampung untuk lebih menarik wisatawan," tuturnya.

Mila mengungkapkan bahwa rata-rata kunjungan wisatawan saat weekday biasanya sekitar 400 orang, sementara weekend ada seribuan wisatawan.

"Di masa libur nataru ini, kunjungan bisa menca[ai 800 sampai 1000 orang per hari," ujarnya.

Dengan meningkatnya jumlah kunjungan itu, pihaknya mengaku tidak khawatir adanya potensi kepadatan mengingat wilayah kampung Kayutangan cukup luas. Hanya saja, peningkatan kewaspadaan di pintu masuk saat wisatawan antre untuk membayar retribusi.

"Memang sempat ada kasus wisatawan yang kehilangan dompet di sekitar koridor bukan di dalam kampung. Tapi kita tetap antisipasi melibatkan linmas dan memasang CCTV, kedai tematik yang biasanya buka mulai siang juga buka mulai pagi," tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....