Galeri Bejo, Tempat Pelestarian Harpa Mulut di Malang

  • 20 Apr 2024 16:12 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang : Bejo Sandy (50) warga Karang Besuki, Tidar, Kota Malang mendirikan galeri bejo sejak tahun 2016. Hal unik yang ada di galeri bejo ini adalah, adanya harpa mulut dari berbagai daerah di Indonesia bahkan dari luar negeri.


"Galeri Bejo saya dirikan atas keprihatinan kami ke harpa mulut, yang dianggap sudah hilang atau hampir punah. Saya mendirikan galeri bejo ini bisa dibilang sebagai museum kecil-kecilan," ujar Bejo Sandy saat ditemui di kediamannya Sabtu (20/4/2024).


Harpa mulut, ditemukan satu persatu oleh Bejo Sandy salah satunya dengan cara memanfaatkan media sosial.


"Sekarang dengan adanya media sosial semuanya terasa mudah, semisal ada teman dari luar daerah yang ingin ke sini saya minta dibawakan harpa mulut sebagai oleh-oleh, begitu juga sebaliknya," ujar Bejo saat ditanya terkait bagaimana cara menemukan harpa mulut dari berbagai daerah di Indonesia.


Galeri Bejo juga memiliki display peta, di mana di display tersebut ada harpa-harpa mulut yang ditempelkan sesuai dengan asal daerahnya.


"Awalnya peta ini hanya berisi sekitar 5 harpa saja, dari Jawa Barat, Jawa Timur, Papua dan Kalimantan. Semakin lama semakin bertambah koleksi saya, bersyukur sekali saya bisa menambah koleksi harpa mulut tapi juga saya masih prihatin karena ini baru sekitar 30an sedangkan kita punya minimal 150 harpa mulut di Indonesia," lanjutnya.


Tidak hanya digunakan sebagai koleksi saja. Bejo Sandy juga memproduksi harpa mulut sesuai dengan keinginan dari pelanggan ingin memesan harpa yang berasal dari daerah mana. Tidak hanya dari daerah Jawa Timur saja, dari Seluruh Indonesia juga tersedia di sini.


"Saya mempunyai prinsip, kalau saya jual tapi saya tidak bisa memainkan dan membuat saya akan merasa malu. Maka dari itu, saya membuat juga dan memainkan harpa mulut ketika pementasan teater yang saya lakukan," lanjutnya.


Bambu, cutter dan juga gergaji adalah bahan dan alat pembuatan utama dari harpa mulut ini.


"Proses pembuatannya adalah bambu kita bentuk dulu, ingin menyesuaikan bentuk yang bagaimana. Selanjutnya kita membuat lidah harpa mulut, lengan dan juga bandul. Selesai itu, tinggal kita rapikan dan diberikan assesories bisa berupa tali, serta ditune nadanya," ujarnya.


Di Galeri Bejo, ada tidak adanya pesanan akan tetap memproduksi harpa mulut, karena terkadang bila ada pesanan dalam satu bulan tidak bisa membuat satu harpa mulut.


"Membuat harpa mulut ini memerlukan konsentrasi yang tinggi dan juga mood yang bagus, maka dari itu ada atau tidak ada pemesanan saya akan tetap produksi untuk berjaga-jaga apabila ada pesanan harpa mulutnya sudah tersedia," lanjutnya.


Tidak hanya berasal dari Jawa Timur atau Indonesia saja, produksi harpa mulut dari Galeri Bejo sudah pernah sampai ke Belanda.


Rencana dan harapan ke depan dari Bejo Sandy adalah ingin membuat modul tentang harpa mulut dan juga mengadakan sosialisasi pengenalan harpa mulut.

"Ke depan, mohon doanya agar modul tentang harpa mulut ini bisa segera terealisasi dan juga saya ingin mengadakan sosialisasi sebagai pengenalan harpa mulut agar tidak punah," ujar Bejo menutup perbincangan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....