Ayam Geprek 20, Bukti Usaha Konsisten di Usia Muda
- 19 Jan 2026 15:39 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Di tengah persaingan usaha kuliner yang semakin ketat, Sindy Dwi Alfiani (22) membuktikan bahwa usia muda bukan halangan untuk membangun usaha mandiri. Sejak 10 Desember 2022, ia menjalankan usaha Ayam Geprek 20, sebuah usaha kuliner sederhana yang berlokasi di Jalan Candi Panggung Barat, Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru dengan cita rasa berkualitas namun terjangkau.
Sajian menarik Ayam Geprek 20 Malang (Foto: ayam geprek 20)
Berangkat dari kegemarannya pada dunia kuliner, Sindy menghadirkan menu yang dekat dengan masyarakat, seperti nasi ayam geprek, es teh, dan cappuccino cincau. Meski menunya terbilang sederhana, Ayam Geprek 20 memiliki keunikan rasa pada sambal bawangnya yang menjadi ciri khas dan pembeda dari ayam geprek lainnya.
“Sambalnya itu kunci. Sambal yang dipakai pas dengan selera baik mahasiswa maupun masyarakat semua usia, jadi rasanya beda dan pelanggan bisa langsung mengenali,” ujar Sindy Senin (19/1/2026).
Dalam perjalanan usahanya, dirinya mengakui tidak selalu berjalan mulus. Musim tidak selalu sama, berusaha kuliner pasti ada resikonya yaitu salah satunya ialah waktu, tantangan Sindy pada momen liburan sekolah yang salah satu tantangan terbesarnya karena berkurangnya jumlah pelanggan.
Namun, alih - alih memaksakan produksi di saat sepi untuk pending, Sindy lebih memilih solusi realistis dengan mengurangi jumlah produksi agar tetap efisien dan tidak merugi serta tetap konsisten untuk hadir agar masyarakat tetap bisa menikmati ayam geprek 20.

Ayam Geprek 20 Malang, solusi nikmat, harga bersahabat (Foto: ayam geprek 20)
Dengan strategi sederhana namun konsisten, Ayam Geprek 20 yang berlokasi usaha di Jl Candi Panggung Malang ini mampu mencatatkan omzet sekitar 400 hingga 500 ribu rupiah per hari. Bagi pemilik usaha Ayam Geprek 20 ini, pencapaian tersebut menurutnya adalah hasil dari ketekunan, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus belajar.
“Harapan saya ke depan, usaha ini bisa lebih maju dari sekarang, dikenal lebih luas, dan terus berkembang,” tambahnya.
Kisah Sindy menjadi gambaran nyata bahwa usaha kecil yang dikelola dengan kesungguhan, kejujuran rasa, dan ketekunan dapat bertahan dan tumbuh. Dari dapur sederhana di Mojolangu, Ayam Geprek 20 hadir sebagai simbol semangat generasi muda dalam membangun masa depan melalui wirausaha ditengah tantangan dunia kerja yang semakin dinamis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....