Istana Cobek, Warisan Keluarga Angkat Kerajinan Tradisional Malang

  • 16 Okt 2025 21:20 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang: Di tengah maraknya toko oleh-oleh khas Malang, Istana Cobek hadir menawarkan sesuatu yang berbeda. Toko yang berlokasi kawasan Sengkaling, tepatnya di Jalan Raya Jetis Nomor 101, Dau, Kabupaten Malang ini menjadi tujuan favorit wisatawan untuk berburu aneka cobek, gerabah, dan kerajinan tradisional lainnya.

Usaha ini ternyata berawal dari semangat sederhana sang pendiri, Mbah Suhud, yang ingin membuka usaha unik dengan risiko kecil namun bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

“Awalnya usaha ini dirintis oleh orang tua kami, Mbah Suhud, yang berpikir untuk berjualan produk berbeda dari yang lain. Dari situ muncul ide berjualan cobek dan ternyata berkembang hingga mencukupi kebutuhan keluarga,” ujar Rahcmadi, Pemilik Istana Cobek kepada RRI Malang, Kamis (16/10/2025).

Kini, Istana Cobek dikelola oleh generasi penerus yang tetap mempertahankan semangat dan nilai-nilai usaha keluarga tersebut.

Menurut Pak Rahcmadi, keunikan Istana Cobek terletak pada jenis produknya yang sulit ditemukan di kota lain. Selain cobek batu, toko ini juga menyediakan berbagai kerajinan tangan seperti gerabah, tembikar, poci, hingga hiasan dari kayu dan tempurung kelapa.

“Banyak pengunjung juga mencari alat dapur seperti sotil, irus, dan alat pijat refleksi. Semua kami sediakan dengan harga bersaing dan pelayanan terbaik,” ujarnya.

Bahan baku cobek yang dijual di toko ini sebagian besar berasal dari Sungai Ngantang, Malang. Sedangkan untuk produk dari luar daerah, seperti cobek batu asal Klaten, menggunakan bahan letusan Gunung Merapi yang terkenal kuat dan tahan lama.

Proses pembuatan cobek di Malang masih banyak dilakukan secara manual oleh para perajin lokal. Namun, untuk produk dari Klaten, sebagian prosesnya sudah dibantu dengan mesin sehingga hasilnya lebih rapi. Meski begitu, Istana Cobek tetap berkomitmen menjaga kualitas produknya.

“Kami selalu mengecek produk sebelum dijual. Kalau ada yang cacat, tidak akan kami jual. Kami hanya berikan produk terbaik agar pelanggan puas,” tegasnya.

Selain itu, pihak toko juga tengah merencanakan kolaborasi dengan pengrajin untuk menciptakan desain khusus atau edisi terbatas yang hanya dijual di Istana Cobek.

Tak hanya menjadi pusat oleh-oleh, Istana Cobek juga berperan dalam memberdayakan masyarakat sekitar. Saat ini, usaha tersebut dibantu oleh dua warga lokal dan sejumlah pengrajin yang terlibat dalam proses produksi.

“Seiring meningkatnya permintaan, kami butuh tambahan tenaga kerja, sehingga masyarakat sekitar ikut terbantu,” jelasnya.

Untuk pelanggan Istana Cobek ini sekitar 50 persen pelanggan berasal dari luar kota Malang, disusul masyarakat lokal sebesar 40 persen, dan pembeli grosir 10 persen. Produk yang paling banyak diburu wisatawan adalah cobek batu dan gerabah.

“Pelanggan senang karena selain bisa membeli peralatan dapur, mereka juga bisa mendapatkan berbagai kerajinan unik seperti hiasan dinding, alat refleksi, hingga mainan anak,” ungkapnya.

Sementara itu, Lista anak Rahcmadi turut menambahkan bahwa meski saat ini belum menjual produk secara daring, Istana Cobek berencana untuk memperluas jangkauan pasarnya dengan membuka penjualan online.

“Langkah ini diambil agar usaha tradisional tersebut tetap mampu bersaing di era digital,” tutur Lista.

Dia juga menambahkan untuk info pemesanan bisa melalui nomor telepon di 0341 – 463706 atau via WA di 0813-2859-1694.

Rahcmadi menyebut, tantangan yang dialami adalah mengikuti perkembangan pasar yang kini banyak bertransaksi secara online.

“Ke depan kami akan mengikuti tren itu,” jelasnya.

Sebagai penutup, pengelola berharap usaha ini terus berkembang dan membuka cabang baru di berbagai daerah.

“Kami ingin Istana Cobek semakin dikenal, bisa membuka cabang, dan terus menjaga warisan usaha keluarga ini agar tetap lestari,” kata Rahcmadi mengakhiri obrolannya dengan RRI Malang. (IyanMD)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....