Nyambelin, Dari Hobi ke Bisnis Kuliner Berdaya Saing
- 23 Mei 2025 06:59 WIB
- Malang
KBRN, Malang : Nyambelin berawal dari olahan Tongkol Oseng, yang dibuat Sofa atas permintaan suaminya. Setelah mendapat respons positif dari keluarga, ia mulai mengemas produk agar bisa dinikmati lebih luas.
"Dari situ kita mulai berpikir bagaimana caranya kita kemas supaya orang lain juga bisa merasakan enaknya, bukan cuma kita," jelas Sofa, Kamis (22/5/2025).
Awalnya, produk hanya bertahan satu minggu, tetapi kini bisa tahan satu tahun tanpa pengawet. Pada 2018, Sofa mendaftarkan merek Nyambelin di DJKI, memastikan legalitas usaha.
"Nyambelin ini semuanya kita bikin dari awal, mulai dari email, Instagram, TikTok, sampai akhirnya terdaftar di DJKI," terang Sofa.
Nyambelin menjadi produk sambal sachet terlaris di Shopee pada 2021, berkat perubahan pola belanja akibat pandemi. Tantangan utama adalah fluktuasi harga cabai, yang bisa mencapai Rp200.000/kg.
"Kalau cabe naik, kita tidak mungkin langsung naikkan harga, karena customer sudah terbiasa dengan harga tertentu," ungkapnya.
Nyambelin menawarkan Sambal Bajak (tidak terlalu pedas) dan Sambal Bawang (pedas). Toppingnya beragam, termasuk cumi, tuna, teri medan, jengkol, pete, dan paru. Produk dijual dalam kemasan sachet Rp4.000 (25g) dan botol Rp25.000 (140g).
Saat ini, Nyambelin telah merambah pasar internasional, dengan pengiriman ke Taiwan, Hongkong, Malaysia, Singapura, hingga Amerika.
Sofa berharap Nyambelin terus berkembang dan membantu masyarakat dengan menyediakan lauk praktis berkualitas.
"Harapannya bisa go internasional, terus berkembang dan membantu masyarakat supaya tidak repot mencari lauk," tuturnya. (AA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....