Kesalehan Personal Dan Sosial Dalam Perspektif Sosiologi

  • 06 Feb 2026 09:08 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang- Dalam bedah buku di Studio 1 RRI Malang, Dr. Arifin, M.Si. menyoroti dua dimensi utama dalam karyanya, yakni kesalehan personal dan kesalehan sosial. Ia menegaskan bahwa keduanya tidak bisa dipisahkan jika seseorang ingin mencapai kualitas keberagamaan yang utuh. Buku Pengantar Studi Islamisasi Sosiologi yang telah tersedia dalam versi cetak dan ebook ini menjadi refleksi mendalam atas praktik keberagamaan di masyarakat.

Menurut Dr. Arifin, kesalehan personal berkaitan dengan hubungan manusia dengan Tuhan, sedangkan kesalehan sosial menyangkut relasi dengan sesama. “Banyak orang merasa sudah saleh karena rajin ke masjid dan berpakaian putih, padahal jika tidak diimbangi kepedulian sosial, surga tidak akan didapat,” katanya, Selasa (3/2/2026) 

Ia kemudian mengisahkan sebuah hadis tentang seorang perempuan yang rajin beribadah dan kaya raya, namun dinyatakan Rasulullah bukan ahli surga. “Rasul mengatakan perempuan itu gagal karena tidak bisa menghilangkan kedengkian dalam dirinya,” ungkapnya. Kisah tersebut menjadi pelajaran bahwa dengki dan sombong adalah penyakit sosial yang menggugurkan nilai kesalehan personal.

Dr. Arifin menambahkan bahwa Allah tidak akan memaafkan dosa sosial sebelum seseorang meminta maaf kepada orang yang disakiti. “Kesalehan sosial itu hak manusia kepada manusia, dan itu tidak bisa ditebus hanya dengan ibadah ritual,” jelasnya. Oleh karena itu, ia mendorong umat Islam untuk membangun kesadaran sosial yang aktif dan berkeadilan.

Ia juga menjelaskan tahapan dalam melawan kemungkaran di ruang sosial. “Jika punya kekuasaan, lawan dengan kekuasaan. Jika tidak mampu, lawan dengan argumentasi. Jika masih belum sanggup, lawan dengan doa,” pungkasnya. Prinsip ini, menurutnya, menunjukkan bahwa perjuangan sosial memiliki lapisan moral dan tanggung jawab yang berbeda-beda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....