Playing Victim Adalah Kesombongan Atas Sebuah Penderitaan
- 08 Nov 2024 06:12 WIB
- Malang
KBRN, Malang: Playing victim itu adalah keadaan psikologi seseorang yang selalu merasa disalahkan serta merasa dirugikan pada suatau keadaan atau kejadian. Padahal dalam kenyataannya, para penyandang plying victim sedang mencari atau membangun keadaan kekecewaan untuk mendapatkan perhatian lebih dari lingkunganya seperti simpati dan empati yang mengutungkan mereka untuk sekedar dikasihani.
Seseorang dengan playing victim akan mendapatkan serta merasakan sebuah kesenangan dan kepuasan tersendiri ketika mereka mendapatkan perhatian atau belas kasihan karena kemalangan.
Mereka akan mendapatkan semacam sensasi menyenangkan ketika memamerkan sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain bersalah. Dan ta jarang pula mera kanan memperparah keadaan agar orang termaksud seakan tidak bertanggung jawab pada apa yang dilakukan pada dirinya, sehingga orang tersebut akan semakin dipersalahkan, atas apa yang menimpa dirinya.
Playing victim, menurut Ustadz Nur Cholis SE narasumber acara Cahyaning Ati Pro 4 RRI Malang edisi Jumat (8/11/2024) pagi, merupakan suatu kesombongan atas penderitaan uang menderanya. Dan ini adalah lawan dari kesombongan pamer kemewahan dan kebahagiaan, seperti halnya orang berilmu mempunyai rasa paling benar dan paling pintar, maka sebaliknya penyandang plying victim akan merasa bangga jika keadan salah dan bodohnya menjadi media tumbuhnya permakluman dan simpati tanpa menyadari bahwa dia penikmat kebodohan itu sendiri.
"Hal ini dapat dikaitkan dengan efek keuntungan sekunder, yaitu mereka tidak ingin menerima beban pertanggung jawaban pribadi atas sebuah masalah yang menimpa. Bisa jadi mereka akan menjadi defensif atau bertindak pasif-agresif. Parahnya mereka bisa juga akan menuduh penolong yang menyebabkan penderitaan lebih lanjut. Maka sangatlah penting bagi kita untuk memahami risiko diskriminasi sadar atau tidak sadar," jelasnya.
"Gunakan kelebihan kita untuk berbagi di jalan ALLAH, gunakan kekurangan kita hanya untuk memahami betapa jaminan ALLAH atas hambanya benar-benar nyata, ada dan terasa," tambahnya.
Lawan dari kesombongan pamer kemewahan dan kebahagiaan, seperti halnya orang berilmu mempunyai rasa paling benar dan paling pintar, maka sebaliknya penyandang plying victim akan merasa bangga jika keadan salah dan bodohnya menjadi media tumbuhnya permakluman dan simpati tanpa menyadari bahwa dia penikmat kebodohan itu sendiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....